BOGORTODAY.COM – Sebuah rancangan undang-undang (RUU) baru diperkenalkan di Amerika Serikat yang menyoroti penggunaan gagang pintu elektrik pada kendaraan listrik.
RUU tersebut secara eksplisit menyebut Tesla dan CEO-nya, Elon Musk, sebagai contoh desain yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
RUU ini diberi nama Securing Accessible Functional Emergency (SAFE) Exit Act. Tujuan utamanya adalah mewajibkan produsen mobil untuk menyediakan mekanisme pembuka pintu manual yang mudah diakses, khususnya saat terjadi kecelakaan lalu lintas atau ketika kendaraan kehilangan daya.
Gagang pintu elektrik yang dapat keluar-masuk otomatis, seperti yang digunakan pada mobil listrik Tesla dan juga BYD, telah menjadi simbol desain modern kendaraan listrik. Desain ini digemari karena mendukung aerodinamika kendaraan, yang secara teori dapat membantu meningkatkan efisiensi dan jarak tempuh, meskipun dampaknya relatif kecil.
Namun, di balik tampilannya yang futuristis, desain tersebut memicu kekhawatiran serius. Dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan atau gangguan listrik, pintu kendaraan berisiko tidak dapat terbuka. Hal ini dapat menghambat proses evakuasi penumpang dan menyulitkan petugas penyelamat.
Anggota DPR Amerika Serikat, Robin Kelly (IL-02), menyatakan bahwa SAFE Exit Act dirancang untuk memastikan setiap kendaraan memiliki pintu manual yang aman dan mudah digunakan dalam keadaan darurat.
“Hari ini, Anggota DPR AS Robin Kelly (IL-02) memperkenalkan sebuah RUU yang menangani kekhawatiran keselamatan pada pintu kendaraan listrik, termasuk pintu Tesla yang telah menjebak orang di dalam mobil mereka sendiri. Setidaknya 15 orang telah meninggal dalam kecelakaan mobil akibat pintu Tesla yang tidak dapat terbuka,” ujar Kelly dalam pernyataannya, seperti dikutip Electrek, Kamis (8/1/2026).
Melalui RUU ini, National Highway and Traffic Safety Administration (NHTSA) diwajibkan untuk menerbitkan aturan final yang menetapkan standar kinerja dan pelabelan pada pintu elektrik. Aturan tersebut secara khusus akan mengharuskan adanya “pembuka pintu manual yang mudah ditemukan untuk setiap pintu kendaraan.”
Kelly juga melontarkan kritik tajam terhadap Elon Musk dan filosofi desain Tesla.
“Keuntungan dan, apalagi, gaya, seharusnya tidak didahulukan dibandingkan nyawa manusia. Elon Musk dan desain Tesla miliknya tidak aman maupun efisien, dan hal itu telah merenggut nyawa. Ketika kecelakaan atau hilangnya daya membuat pengemudi dan penumpang terjebak di dalam mobil mereka sendiri, itu bukan inovasi—itu adalah kegagalan keselamatan,” tegas Kelly.
Selain itu, SAFE Exit Act juga akan mewajibkan produsen kendaraan menyediakan mekanisme khusus agar petugas penyelamat dapat mengakses kendaraan dari luar ketika sistem listrik kendaraan tidak berfungsi.
Langkah Amerika Serikat ini sejalan dengan kebijakan serupa yang telah diumumkan China. Negeri Tirai Bambu tersebut dijadwalkan mulai memberlakukan aturan terkait pintu kendaraan listrik pada 2027, dengan alasan keselamatan yang sama.
Jika disahkan, SAFE Exit Act berpotensi mengubah standar desain kendaraan listrik di masa depan, sekaligus menjadi tantangan besar bagi produsen EV yang selama ini mengedepankan desain futuristis dan efisiensi aerodinamika.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















