
Efisiensi energi juga menjadi pertimbangan utama. Banyak rumah modern tropis dilengkapi jendela berukuran besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
“Orang-orang makin sadar pentingnya pencahayaan alami dari matahari dan sirkulasi pertukaran udara di dalam rumah,” tambah Teguh.
Material Alami dan Bukaan Lebar
Hal senada diungkapkan arsitek Denny Setiawan. Menurutnya, desain rumah di iklim tropis cenderung memanfaatkan material bernuansa alam seperti kayu dan bebatuan, tanpa mengorbankan kesan modern.
“Modern tropis itu rumah dengan gaya modern, tapi tetap mengantisipasi iklim tropis. Tidak banyak ornamen, tapi mampu memanfaatkan potensi alam dan mengatasi tantangan iklim,” jelas Denny.
Rumah modern tropis umumnya menggunakan atap limasan atau pelana untuk mengantisipasi hujan. Selain itu, rumah dilengkapi banyak bukaan untuk menciptakan ventilasi silang yang optimal.
Denny juga mencontohkan penggunaan pintu lipat atau geser berbahan kaca pada fasad rumah. Saat dibuka, pintu ini memungkinkan udara segar masuk ke dalam rumah, dan saat ditutup tetap memberikan pandangan luas ke luar.
Warna Alami Kembali Digemari
Dalam tren terbaru, dinding beton sering kali dibiarkan tanpa cat. Permukaan bertekstur dengan warna abu-abu alami kini justru menjadi daya tarik tersendiri.
“Warna beton dan warna kayu itu kembali sekarang. Warna-warna cat yang mencolok mulai ditinggalkan,” ujar Denny.
Sebagai pelengkap, elemen kayu juga banyak digunakan pada lantai, dengan pilihan material seperti stone plastic composite (SPC) atau fiber semen yang menyerupai tampilan kayu namun lebih tahan lama.
Dengan perpaduan desain modern, material alami, serta adaptasi terhadap iklim tropis, rumah bergaya modern tropis dinilai mampu menjawab kebutuhan hunian masa kini yang nyaman, estetis, dan efisien.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















