BOGORTODAY.COM – Memasuki tahun 2026, desain rumah bergaya modern tropis semakin digandrungi masyarakat.
Konsep hunian yang memadukan kesan modern dengan nuansa hangat dan menyatu dengan alam ini kembali menjadi tren utama, seiring meningkatnya kesadaran akan kenyamanan, efisiensi energi, serta kesesuaian dengan iklim Indonesia.
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, mengatakan tren desain rumah kini mengalami pergeseran. Gaya minimalis yang sebelumnya dominan mulai berpadu dengan sentuhan tropis, terutama melalui penggunaan material alami seperti kayu.
“Bentuk bangunan itu masih di tren modern tropis yang menurut saya akan terus diminati di tahun 2026,” ujar Teguh saat dihubungi detikProperti, Senin (12/1/2026).
Perpaduan Minimalis Modern dan Elemen Tropis
Ciri khas rumah modern tropis terletak pada bentuk bangunan yang sederhana dan geometris, namun diperkaya dengan elemen alami. Elemen kayu menjadi dekorasi utama, terutama pada bagian fasad, untuk memberikan kesan hangat dan alami.
Penggunaan kayu tidak harus selalu kayu asli. Teguh menyebut, material alternatif seperti fiber cement yang dicat menyerupai kayu kini banyak digunakan karena lebih awet dan mudah perawatannya.
Atap Lebar dan Tritisan, Sesuai Iklim Indonesia
Karakteristik tropis juga tampak dari desain atap yang dilengkapi tritisan atau overstek. Bentuk ini berfungsi mencegah tempias air hujan langsung mengenai bangunan, mengingat Indonesia memiliki curah hujan yang cukup tinggi.
Sementara itu, kesan modern tetap dipertahankan melalui bentuk bangunan yang tegas tanpa banyak ornamen, serta penggunaan warna-warna netral seperti abu-abu muda.
Efisiensi Ruang dan Energi Jadi Perhatian
Selain estetika, masyarakat kini semakin memperhatikan efisiensi ruang. Ukuran ruangan tidak lagi dibuat berlebihan, terutama kamar tidur, menyesuaikan dengan keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah.
Efisiensi energi juga menjadi pertimbangan utama. Banyak rumah modern tropis dilengkapi jendela berukuran besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
“Orang-orang makin sadar pentingnya pencahayaan alami dari matahari dan sirkulasi pertukaran udara di dalam rumah,” tambah Teguh.
Material Alami dan Bukaan Lebar
Hal senada diungkapkan arsitek Denny Setiawan. Menurutnya, desain rumah di iklim tropis cenderung memanfaatkan material bernuansa alam seperti kayu dan bebatuan, tanpa mengorbankan kesan modern.
“Modern tropis itu rumah dengan gaya modern, tapi tetap mengantisipasi iklim tropis. Tidak banyak ornamen, tapi mampu memanfaatkan potensi alam dan mengatasi tantangan iklim,” jelas Denny.
Rumah modern tropis umumnya menggunakan atap limasan atau pelana untuk mengantisipasi hujan. Selain itu, rumah dilengkapi banyak bukaan untuk menciptakan ventilasi silang yang optimal.
Denny juga mencontohkan penggunaan pintu lipat atau geser berbahan kaca pada fasad rumah. Saat dibuka, pintu ini memungkinkan udara segar masuk ke dalam rumah, dan saat ditutup tetap memberikan pandangan luas ke luar.
Warna Alami Kembali Digemari
Dalam tren terbaru, dinding beton sering kali dibiarkan tanpa cat. Permukaan bertekstur dengan warna abu-abu alami kini justru menjadi daya tarik tersendiri.
“Warna beton dan warna kayu itu kembali sekarang. Warna-warna cat yang mencolok mulai ditinggalkan,” ujar Denny.
Sebagai pelengkap, elemen kayu juga banyak digunakan pada lantai, dengan pilihan material seperti stone plastic composite (SPC) atau fiber semen yang menyerupai tampilan kayu namun lebih tahan lama.
Dengan perpaduan desain modern, material alami, serta adaptasi terhadap iklim tropis, rumah bergaya modern tropis dinilai mampu menjawab kebutuhan hunian masa kini yang nyaman, estetis, dan efisien.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















