
“Kasus perundungan di Kota Bogor mulai berkurang, meski masih ditemukan di beberapa satuan pendidikan dalam skala kecil. Ini tetap menjadi perhatian bersama,” ungkap Hery.
Hery juga memberikan peringatan keras agar jangan sampai ada guru yang melakukan perundungan terhadap siswa. Menurutnya, guru adalah teladan, sehingga tindakan negatif dari pendidik akan berdampak psikologis lebih dalam bagi anak didik.
Ia menambahkan, sejauh ini hanya satu atau dua kasus yang sampai ke tingkat dinas, dan seluruhnya berhasil diselesaikan secara kekeluargaan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SD Rimba Putra, Widi Prihayana, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengakui karakter siswa SD yang dinamis terkadang memicu gesekan, meski masih dalam taraf wajar.
“Di sekolah kami tidak ada perundungan berat seperti pemalakan atau geng. Biasanya hanya bercanda atau saling ejek yang kemudian mencair kembali. Namun, edukasi ini sangat penting sebagai pencegahan,” kata Widi.
Widi berharap sosialisasi ini dapat terus berlanjut, terutama bagi siswa kelas enam. “Kami berharap ada pembekalan lanjutan untuk siswa kelas enam agar mereka lebih siap secara mental menghadapi lingkungan baru saat masuk jenjang SMP nanti,” pungkasnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














