Pemkot Bogor Intensifkan Sosialisasi Anti-Bullying, Sasar Siswa Sejak Usia Dini

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan terus berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying) di SD Rimba Putra, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (13/1/2026).

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa edukasi mengenai dampak buruk perundungan harus diberikan sejak dini. Hal ini penting agar siswa memahami bahwa tindakan mengejek, menghina, maupun merendahkan teman adalah perilaku yang tidak terpuji.

“Sosialisasi ini dilakukan secara masif di sekolah-sekolah agar anak-anak sejak usia dini paham bahwa kata-kata ejekan atau hinaan itu tidak baik,” ujar Jenal.

Dalam interaksinya dengan para siswa, Jenal menekankan pentingnya empati. “Tadi saya tanya, apakah mereka mau dihina atau diejek? Semua menjawab tidak. Artinya, jika kita tidak ingin diperlakukan buruk, kita juga harus menjaga diri agar tidak melakukan hal serupa kepada orang lain,” jelasnya.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Jenal juga menyoroti peran strategis guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter secara berkelanjutan agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan tegas menolak perundungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hery Karnadi, mengapresiasi inisiatif SD Rimba Putra yang melibatkan berbagai pihak, termasuk DP3A, dalam kegiatan ini. Meski kasus perundungan di Kota Bogor cenderung menurun, ia meminta seluruh pihak tetap waspada.

“Kasus perundungan di Kota Bogor mulai berkurang, meski masih ditemukan di beberapa satuan pendidikan dalam skala kecil. Ini tetap menjadi perhatian bersama,” ungkap Hery.

Hery juga memberikan peringatan keras agar jangan sampai ada guru yang melakukan perundungan terhadap siswa. Menurutnya, guru adalah teladan, sehingga tindakan negatif dari pendidik akan berdampak psikologis lebih dalam bagi anak didik.

BACA JUGA :  Serbu Lapangan Sempur, Warga Berburu Pangan Murah Pemkot Bogor

Ia menambahkan, sejauh ini hanya satu atau dua kasus yang sampai ke tingkat dinas, dan seluruhnya berhasil diselesaikan secara kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SD Rimba Putra, Widi Prihayana, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengakui karakter siswa SD yang dinamis terkadang memicu gesekan, meski masih dalam taraf wajar.

“Di sekolah kami tidak ada perundungan berat seperti pemalakan atau geng. Biasanya hanya bercanda atau saling ejek yang kemudian mencair kembali. Namun, edukasi ini sangat penting sebagai pencegahan,” kata Widi.

Widi berharap sosialisasi ini dapat terus berlanjut, terutama bagi siswa kelas enam. “Kami berharap ada pembekalan lanjutan untuk siswa kelas enam agar mereka lebih siap secara mental menghadapi lingkungan baru saat masuk jenjang SMP nanti,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================