BOGORTODAY.COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa wisatawan nusantara (wisnus) menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan industri pariwisata nasional.
Pemerintah pun optimistis target ambisius pergerakan pelancong domestik hingga 1,2 miliar perjalanan dapat segera terealisasi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa kekuatan sektor pariwisata Indonesia saat ini tidak hanya bertumpu pada kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi sangat bergantung pada gairah perjalanan masyarakat lokal di dalam negeri.
“Saya perlu menggarisbawahi bahwa wisatawan nusantara adalah kekuatan utama pariwisata Indonesia. Kehadiran mereka memastikan setiap daerah tujuan wisata dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung, sesuai dengan preferensi unik para pelancong tersebut,” ujar Widiyanti dalam keterangan resminya, Selasa (13/1).
Widiyanti memproyeksikan target nasional pergerakan wisnus sebesar 1,08 miliar perjalanan pada 2025 tidak hanya dapat tercapai, tetapi berpeluang melampaui angka tersebut hingga menembus 1,2 miliar perjalanan.
Optimisme tersebut didasarkan pada data tren perjalanan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.
Menurutnya, pergerakan wisatawan domestik kini mulai terdistribusi secara lebih merata ke berbagai wilayah Indonesia, tidak lagi terkonsentrasi di destinasi-destinasi populer tertentu.
“Kami melihat distribusi pergerakan wisatawan nusantara pada momen Nataru sudah jauh lebih merata ke berbagai wilayah. Dengan tren positif ini, insya Allah target 1,08 miliar perjalanan akan terlampaui, dan kami memproyeksikan angka ini mampu menembus 1,2 miliar perjalanan,” papar Widiyanti.
Ia menjelaskan, pemerataan distribusi wisatawan merupakan indikator krusial bagi keberlanjutan sektor pariwisata.
Kondisi ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di berbagai daerah, sehingga dampak positif pariwisata dapat dirasakan hingga ke pelosok, bukan hanya di kota-kota besar.
Sementara itu, untuk destinasi utama seperti Bali, Kemenpar mencatat dinamika kunjungan sepanjang 2025. Jumlah kunjungan wisnus ke Pulau Dewata tercatat mencapai 9,28 juta orang, meskipun mengalami penurunan sekitar 700 ribu kunjungan dibandingkan tahun 2024.
Sebaliknya, sektor wisatawan mancanegara (wisman) di Bali menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Angkasa Pura Bali dan Pemerintah Provinsi Bali, jumlah wisman yang masuk melalui jalur udara hingga akhir Desember 2025 diperkirakan melampaui 7,05 juta kunjungan, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6,3 juta kunjungan.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengungkapkan bahwa penumpang internasional mendominasi trafik bandara sepanjang 2025 dengan porsi mencapai 63 persen. Dominasi ini didorong oleh penguatan konektivitas udara internasional yang semakin masif.
“Selama tahun 2025, kami mencatat pengaktifan 13 rute internasional baru. Beberapa di antaranya merupakan rute perdana, seperti penerbangan dari Newcastle (Australia), Cheongju (Korea Selatan), Saigon (Vietnam), dan Sichuan (China),” ujar Nugroho.
Secara keseluruhan, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat total 24.125.161 penumpang sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, penumpang internasional mencapai 15.177.283 orang, sedangkan penumpang domestik tercatat 8.947.878 orang atau sekitar 37 persen dari total trafik.
“Tingginya angka ini membuktikan permintaan perjalanan ke Bali tetap sangat positif. Hal ini sekaligus menegaskan posisi strategis Bandara Ngurah Rai sebagai pintu gerbang utama pariwisata nasional dan penghubung penting dalam konektivitas global,” pungkasnya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















