BOGORTODAY.COM – Kuasa hukum Inara Rusli mengungkapkan bahwa kliennya mengalami tekanan mental akibat derasnya komentar publik terkait persoalan hukum dan rumah tangga yang menjeratnya dalam beberapa waktu terakhir.
Inara dilaporkan Wardatina Mawa atas dugaan perzinaan dengan Insanul Fahmi, suami sah Wardatina.
Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada 22 November 2025 dan hingga kini masih dalam proses hukum. Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu beragam reaksi dari warganet.
“Dipastikan ya kalau untuk mental, pasti Inara kena lah. Enggak mungkin enggak, karena biar bagaimana pun kan dia seorang perempuan,” ujar kuasa hukum Inara, Daru Quthny, Rabu (14/1/2026).
Polemik Kian Ramai Usai Muncul di Siniar
Sorotan terhadap Inara Rusli semakin menguat setelah ia muncul dalam siniar Denny Sumargo. Kehadirannya disebut bertujuan untuk memberikan klarifikasi dan meredam polemik yang berkembang. Namun, alih-alih mereda, kritik justru semakin kencang.
Sejumlah pernyataan Inara dalam siniar tersebut menuai kontroversi, di antaranya pandangannya mengenai pernikahan seorang janda yang disebut tidak memerlukan wali nikah, serta pernyataannya bahwa manusia tidak bisa memilih peran dalam hidup.
Dalam perbincangan itu, Denny Sumargo menanyakan apakah Inara merasa terjebak dengan status Insanul Fahmi yang diketahui telah memiliki istri sah ketika mengajaknya menjalin hubungan hingga menikah. Denny juga menyinggung masa lalu rumah tangga Inara dengan Virgoun, yang berakhir perceraian setelah sang penyanyi mengaku berselingkuh.
“Terakhir lu di sini sebagai yang tersakiti, sekarang lu menyakiti kata netizen,” ucap Denny.
Menanggapi hal tersebut, Inara menjawab,
“Namanya juga hidup kok, kita enggak bisa minta peran kita apa.”
Ia juga menegaskan posisinya saat ini sebagai seorang istri.
“Gimana ya, aku pengin sih ngeluarin pernyataan itu (terjebak), tapi karena posisinya aku sekarang sebagai seorang istri. Dalam Islam itu wajib menjaga marwah pasangan,” timpalnya.
Kuasa Hukum Tidak Dapat Mencegah
Terkait kemunculan Inara dalam siniar tersebut, Daru Quthny mengaku tidak mendapatkan konfirmasi terlebih dahulu dari kliennya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat melarang keputusan tersebut.
“Karena kami juga tidak bisa mencegahnya,” tutur Daru.
Ia menambahkan, hingga kini Inara belum bersedia memberikan pernyataan langsung kepada media. Menurutnya, kondisi kesehatan Inara tengah menurun.
“Memang kondisinya lagi kurang enak badan. Seharusnya (pemeriksaan) itu Senin (12/1/2026), tapi kemarin enggak enak badan,” klaimnya.
Upaya Damai Masih Ditempuh
Diketahui, Inara Rusli dan Insanul Fahmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan oleh Wardatina Mawa pada akhir November 2025. Dalam perkembangannya, Inara sempat mengajukan restorative justice sebagai upaya penyelesaian damai.
Namun, Daru mengungkapkan bahwa permohonan tersebut telah resmi ditolak oleh pelapor pada Selasa (13/1/2026).
“Kami tetap masih berupaya dan berusaha. Bagaimanapun caranya, kami tetap harus mengupayakan, karena ini kan masih ada kaitannya dengan masa depan anak juga,” ucap Daru.
Ia menegaskan keyakinannya bahwa perdamaian masih mungkin terjadi.
“Kami, kuasa hukum Inara yakin, Insyaallah akan terjadi perdamaian, karena pihak kami adalah pihak yang dari memang Inara Rusli sendiri,” pungkasnya.
Kasus ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, sementara kondisi mental dan kesehatan Inara Rusli disebut tengah dalam pengawasan pihak keluarga dan kuasa hukum.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















