
Akibatnya, kadar gula darah melonjak cepat lalu turun drastis, memicu rasa lelah, mudah marah, dan keinginan ngemil.
- Oatmeal instan
Oatmeal dikenal sebagai makanan sehat, tetapi oatmeal instan sering mengandung gula tambahan dan rendah protein. Energi yang dihasilkan hanya bertahan singkat, sehingga rasa lapar muncul kembali dalam 1–2 jam.
- Roti putih
Roti putih cepat terurai menjadi gula dan hampir tidak mengandung serat.
“Idealnya, sebagian besar makanan berbasis biji-bijian yang dikonsumsi adalah biji-bijian utuh,” kata Amy Davis, konsultan gizi.
- Sereal sarapan bergula
Banyak sereal sarapan instan rendah protein dan serat, namun tinggi gula tambahan. Energi yang dihasilkan bersifat sementara dan cepat diikuti rasa lemas.
- Donat dan pastry
Menu sarapan berupa kopi dan donat, croissant, atau muffin memang menggoda. Namun, makanan ini mengandung tepung olahan, gula, serta lemak jenuh tinggi.
“Gula dan lemak jenuh dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh dan membuat seseorang merasa lesu,” jelas Hill.
- Sosis
Daging olahan seperti sosis dan bacon mengandung banyak natrium dan lemak jenuh. Lemak tinggi dapat memperlambat pencernaan, sedangkan natrium berlebih bisa menyebabkan kembung dan berdampak pada tekanan darah.
“Natrium dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan retensi cairan dan membuat tubuh terasa tidak nyaman,” tambah Hill.
Pilih Sarapan yang Tepat
Agar tetap bertenaga hingga siang hari, pilih menu sarapan dengan karbohidrat kompleks, protein cukup, serat, dan lemak sehat. Dengan begitu, energi dilepas secara stabil dan tubuh tetap fokus menjalani aktivitas sepanjang pagi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















