Kisah Nabi Musa AS dan Mukjizat Terbelahnya Laut Merah

Kisah Nabi Musa AS
Kisah Nabi Musa AS dan Mukjizat Terbelahnya Laut Merah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Kisah Nabi Musa AS merupakan salah satu cerita paling masyhur dalam sejarah para nabi.

Perjuangan beliau melawan kezaliman Raja Firaun, hingga mukjizat terbelahnya Laut Merah, menjadi pelajaran besar tentang keimanan, kesabaran, dan kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas.

Dalam kitab Qashashul Anbiya susunan Ibnu Katsir terjemahan Umar Mujtahid, diceritakan bahwa Nabi Musa AS memiliki kisah hidup yang penuh keajaiban sejak masa kecilnya. Pada masa itu, Firaun memerintahkan rakyat Mesir untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari Bani Israil karena takut kekuasaannya akan digulingkan.

Namun, Allah SWT melindungi Musa AS melalui ibunya. Dengan penuh keimanan, sang ibu meletakkan bayi Musa dalam sebuah peti yang diikat tali dan dihanyutkan di sungai.

BACA JUGA :  Sering Kentut, Apakah Tanda Penyakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Atas kehendak Allah, peti tersebut ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun, yang kemudian tergerak hatinya untuk mengadopsi bayi tersebut.

Menurut buku Kisah Nabi Musa AS karya Abdillah, Asiyah membujuk Firaun agar mengangkat Musa sebagai anak. Awalnya Firaun menolak, tetapi akhirnya ia menyetujui. Dengan demikian, Musa AS tumbuh besar di istana Firaun, tanpa Firaun menyadari bahwa anak angkatnya kelak akan menjadi penyebab kehancurannya.

Ketika Musa AS beranjak dewasa, Allah SWT mengangkatnya sebagai nabi dan rasul. Ia diperintahkan untuk berdakwah kepada Bani Israil serta mengajak Firaun untuk menyembah Allah SWT. Dalam menyampaikan dakwahnya, Nabi Musa AS didampingi oleh saudaranya, Nabi Harun AS.

BACA JUGA :  Nissan Pangkas Waktu Pengembangan Mobil hingga Separuh, Andalkan AI dan Belajar dari China

Dengan penuh kelembutan, Musa AS menyampaikan ajaran tauhid kepada Firaun. Namun, sang raja menolak dan bersikap sombong. Sebagai bukti kenabian, Allah SWT menganugerahkan mukjizat kepada Musa AS berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular besar dan tangan yang bercahaya ketika dikeluarkan dari bajunya.

Firaun tetap mengingkari kebenaran dan menantang Musa AS dengan mengumpulkan para ahli sihir. Mereka pun melemparkan tongkat-tongkatnya yang tampak seperti ular. Namun, atas izin Allah, ular dari tongkat Musa AS melahap seluruh ular para penyihir. Peristiwa itu membuat banyak ahli sihir beriman kepada Allah SWT.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================