
Asiyah, istri Firaun sekaligus ibu angkat Musa AS, juga memilih beriman. Hal ini membuat Firaun semakin murka. Ia menyiksa para pengikut Nabi Musa AS, termasuk Asiyah, hingga akhirnya wafat sebagai syahidah karena mempertahankan keimanannya.
Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Musa AS untuk membawa Bani Israil keluar dari Mesir. Namun, Firaun dan pasukannya mengejar mereka hingga sampai di tepi Laut Merah. Dalam keadaan terdesak, Nabi Musa AS tetap bertawakal kepada Allah.
Atas perintah Allah SWT, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya ke laut. Seketika, Laut Merah terbelah dan membentuk jalan kering di tengahnya. Nabi Musa AS bersama pengikutnya menyeberang dengan selamat.
Firaun dan pasukannya yang sombong tetap mengejar melalui jalan tersebut. Setelah Nabi Musa AS dan Bani Israil sampai di seberang, Allah SWT memerintahkan Musa AS memukul laut kembali. Laut pun menutup dan menenggelamkan Firaun beserta seluruh pasukannya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 50:
وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ ٱلْبَحْرَ فَأَنجَيْنَٰكُمْ وَأَغْرَقْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ
Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikut-pengikutnya, sedang kamu sendiri menyaksikan.”
Kisah Nabi Musa AS mengajarkan bahwa kebenaran akan selalu menang atas kezaliman, dan pertolongan Allah SWT datang kepada hamba-Nya yang beriman dan berserah diri sepenuhnya kepada-Nya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














