Tak Hanya Indonesia, Uzbekistan Bangun Kota Hijau Masa Depan Bernama New Tashkent

Ramah Transportasi Publik

Konsep kota berkelanjutan juga diwujudkan melalui sistem transportasi. New Tashkent didesain agar masyarakat dapat menjangkau berbagai fasilitas penting—seperti kantor, mal, dan rumah sakit—dalam waktu maksimal 15 menit.

Dengan konsep ini, pemerintah berharap warga lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi.

Pembangunan Bertahap hingga 2045

Proyek New Tashkent akan dibangun dalam dua fase. Fase pertama, yang dikenal sebagai Distrik 1, akan difokuskan pada pembangunan fasilitas umum dan gedung pemerintahan.

BACA JUGA :  Pos Koramil Megamendung Resmi Berdiri, Jaro Ade: Jaga Sinergi Demi Bogor Aman

Sementara fase kedua akan mencakup pembangunan kawasan hunian dan pusat perbelanjaan, yang diperkirakan rampung pada tahun 2045.

Proyek ambisius ini diperkirakan menelan biaya sekitar US$ 30 miliar atau setara Rp 505,8 triliun (kurs Rp 16.860). Besarnya anggaran tersebut memicu protes dari sebagian warga yang mempertanyakan urgensi dan dampak proyek tersebut.

Tantangan dan Harapan

Selain soal biaya, muncul pula kekhawatiran mengenai ketersediaan air bersih. Lonjakan populasi dan pembangunan infrastruktur berskala besar dikhawatirkan dapat memicu krisis air dan tekanan lingkungan lainnya.

BACA JUGA :  Kulit Kendur di Usia Muda? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Uzbekistan sendiri belum sepopuler negara-negara besar Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, atau Singapura.

Meski demikian, pemerintah optimistis bahwa pembangunan New Tashkent dapat menjadi daya tarik baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata internasional, sekaligus menempatkan Uzbekistan sebagai salah satu negara dengan visi kota hijau masa depan di Asia Tengah.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================