BOGORTODAY.COM – Sarapan nasi uduk masih menjadi kebiasaan banyak orang Indonesia. Selain mudah ditemukan dan harganya terjangkau, nasi uduk juga dinilai praktis serta mengenyangkan untuk memulai aktivitas di pagi hari.
Namun, di balik kelezatannya, muncul pertanyaan: amankah nasi uduk dijadikan menu sarapan jika dikonsumsi secara rutin?
Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, menjelaskan bahwa mengonsumsi nasi di pagi hari pada dasarnya tidak menjadi masalah, termasuk nasi uduk.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya memperhatikan komposisi gizi dan porsi makan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
“Tidak apa-apa [sarapan nasi uduk], cuma tetap harus hati-hati. Nasi uduk kan nasinya pakai santan, lauknya tahu goreng, tempe goreng, kalorinya tinggi semua, maka jangan terlalu sering,” kata Johanes, Senin (12/1/2026).
Kandungan Kalori Tinggi Perlu Diwaspadai
Menurut Johanes, pola makan sehat sebaiknya mengikuti konsep pembagian piring. Idealnya, setengah piring diisi dengan sayur dan buah, sementara sisanya terdiri dari sumber protein dan karbohidrat.
Pola ini sering kali terabaikan saat menyantap nasi uduk yang cenderung didominasi nasi dan lauk gorengan.
Nasi uduk dimasak menggunakan santan sehingga mengandung lemak jenuh lebih tinggi dibanding nasi putih biasa. Jika ditambah lauk pendamping seperti tahu dan tempe goreng, ayam goreng, kerupuk, hingga sambal bersantan, total kalori dalam satu porsi bisa meningkat signifikan.
“Orang Indonesia sering mengonsumsi nasi sampai satu piring muncung. Itu tidak baik dari segi kesehatan karena nanti menambah risiko terjadinya asupan kalori yang berlebihan,” ujarnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















