
Risiko Jika Dikonsumsi Terlalu Sering
Konsumsi nasi uduk secara berlebihan, terutama bila dilakukan setiap hari, berpotensi meningkatkan asupan kalori dan lemak jenuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko gangguan metabolik, seperti obesitas dan masalah kadar gula darah.
Meski begitu, Johanes menegaskan bahwa nasi uduk bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya. Menjawab kekhawatiran soal amankah nasi uduk jadi menu sarapan, ia menyebut makanan ini masih aman dikonsumsi selama tidak terlalu sering dan tetap memperhatikan keseimbangan gizi.
“Kalau cuma seminggu sekali masih oke. Tapi hari-hari lain, Senin sampai Jumat, usahakan makan yang lebih sehat,” katanya.
Tips Agar Nasi Uduk Lebih Sehat
Agar nasi uduk tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan, Johanes menyarankan beberapa penyesuaian. Porsi nasi sebaiknya tidak berlebihan, lauk bisa diganti dengan sumber protein rendah lemak seperti telur rebus atau ayam tanpa kulit, serta mengurangi gorengan dan kerupuk.
Ia juga mengingatkan pentingnya asupan protein saat sarapan. Selain membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, protein berperan penting dalam pembentukan antibodi dan menjaga daya tahan tubuh.
“Protein itu penting supaya kita enggak cepat lapar dan tetap produktif,” tutupnya.
Jawaban atas pertanyaan amankah nasi uduk jadi menu sarapan sangat bergantung pada frekuensi konsumsi, porsi, dan pilihan lauknya.
Dikonsumsi sesekali dengan komposisi yang lebih seimbang, nasi uduk tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang aman, sehat, dan tetap nikmat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














