
“Sekarang usulannya tidak melulu pembangunan fisik. Ada empat bidang yang diusulkan oleh kelurahan, yaitu fisik, sosial, ekonomi, dan pemerintahan,” kata Dheri.
Menurut Dheri, keragaman usulan tersebut menunjukkan kebutuhan pembangunan masyarakat yang semakin luas dan tidak hanya fokus pada infrastruktur. Total ada 331 usulan yang dihimpun dari tingkat RW dan kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah.
“Karena ada empat bidang, jadi usulannya memang banyak. Total ada 331 usulan,” ujarnya.
Dheri menjelaskan, pihak kecamatan juga melakukan kompilasi dan perbandingan antara usulan Musrenbang sebelumnya dengan realisasi program pemerintah kota. Hasilnya, hampir setengah dari usulan yang diajukan telah terealisasi.
“Ketika kami sortir, hampir 50 persen usulan itu dilaksanakan pada kegiatan tahun 2025. Alhamdulillah, ini menunjukkan keberpihakan Pemkot Bogor terhadap pembangunan di wilayah,” ungkapnya.
Selain itu, sejumlah usulan strategis dari kelurahan dinilai membutuhkan intervensi cepat karena bersifat mendesak. Meski diusulkan untuk 2027, Dheri berharap sebagian program prioritas bisa direalisasikan lebih awal.
“Mudah-mudahan ada yang bisa direncanakan atau dilaksanakan di 2026, terutama yang urgensinya tinggi,” katanya.
Ia mencontohkan usulan penanganan tebing rawan longsor melalui pembangunan tembok penahan tanah (TPT), serta perbaikan saluran air yang kerap menyebabkan banjir.
Tak hanya itu, Musrenbang tahun ini juga memuat usulan non-infrastruktur, seperti pelatihan tenaga kerja hingga pengadaan alat musik hadroh.
“Jadi memang lebih bervariasi, manfaatnya bisa dirasakan dari berbagai aspek,” pungkas Dheri.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













