
BOGORTODAY.COM – Membangun rumah bukan sekadar mewujudkan hunian impian, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang.
Sayangnya, banyak orang tergoda mengikuti tren desain yang sedang viral di media sosial tanpa mempertimbangkan apakah gaya tersebut masih relevan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
Keputusan desain yang kurang tepat bisa membuat rumah terlihat cepat usang, sulit direnovasi, bahkan memicu biaya perbaikan yang tidak sedikit di kemudian hari.
Rumah yang ideal bukanlah rumah yang paling mengikuti tren, melainkan hunian yang nyaman, relevan, dan tak lekang oleh waktu.
Dilansir dari The Spruce, berikut sejumlah kesalahan desain yang sebaiknya dihindari agar rumah tetap terlihat modern dan bernilai jangka panjang.
- Mengikuti Tren Lantai yang Terlalu Spesifik
Tren desain selalu berubah. Beberapa tahun lalu, lantai bernuansa abu-abu sempat menjadi primadona karena dianggap minimalis dan modern. Namun kini, warna tersebut mulai ditinggalkan karena memberi kesan dingin dan kurang hangat.
Padahal, lantai merupakan elemen rumah yang paling mahal dan rumit untuk diganti. Karena itu, sebaiknya pilih material dan warna lantai yang aman, seperti kayu, parket, atau keramik bernuansa netral dan hangat. Sentuhan tren bisa dihadirkan melalui karpet bermotif atau furnitur, yang lebih mudah diganti tanpa renovasi besar.
- Palet Warna Terlalu Mencolok
Warna cat sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan karakter ruangan. Warna mencolok yang sedang tren, seperti hijau neon atau biru elektrik, memang terlihat menarik di awal, tetapi berpotensi cepat membosankan.
Presiden Five Star Painting, David Sutter, menyarankan penggunaan warna netral seperti putih, abu-abu, krem, atau warna earth tone untuk menciptakan kesan hangat dan fleksibel.
“Pilihlah warna cat yang netral dan serbaguna yang dapat beradaptasi dengan perubahan gaya dan preferensi,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.
Warna tren tetap bisa digunakan sebagai aksen, misalnya pada satu bidang dinding, sofa, atau dekorasi, sehingga mudah diganti ketika selera berubah.
- Menggunakan Material Sintetis Berkualitas Rendah
Demi menekan biaya, sebagian orang memilih material sintetis yang tampak mengilap dan modern. Sayangnya, material ini sering kali tidak tahan lama dan cepat terlihat usang.
Sebagai alternatif, material alami seperti batu alam, kayu, dan rotan bisa menjadi pilihan. Selain lebih awet, material alami memiliki nilai estetika tinggi, memberi kesan hangat, dan cenderung tidak ketinggalan zaman.
- Mengikuti Tren karena Takut Ketinggalan
Tidak semua tren harus diikuti. Dalam membangun rumah, penting bagi pemilik untuk menyesuaikan desain dengan selera dan kebutuhan pribadi. Rumah yang dibangun dengan pertimbangan karakter penghuninya akan terasa lebih hidup dan berjiwa.
Alih-alih membeli semua furnitur dari satu toko atau mengadopsi satu gaya desain secara utuh, mengombinasikan berbagai elemen dari beragam referensi bisa menjadi solusi. Cara ini membuat rumah lebih personal dan tidak terjebak pada tren sesaat.
- Mengabaikan Pencahayaan
Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah menganggap pencahayaan sebagai elemen sekunder. Padahal, pencahayaan sangat menentukan suasana dan kesan ruang.
Lampu yang tepat dapat membuat rumah sederhana terlihat lebih elegan. Kombinasi antara pencahayaan utama, lampu aksen, serta pencahayaan alami akan membuat rumah terasa lebih hidup dan tidak cepat ketinggalan zaman dibanding sekadar mengikuti tren dekorasi.
Pikirkan Jangka Panjang Sebelum Membangun
Sebelum membangun atau merenovasi rumah, penting untuk berpikir jauh ke depan. Tren boleh dijadikan inspirasi, tetapi sebaiknya tidak menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan desain.
Dengan memilih material yang tepat, warna yang aman, serta desain yang sesuai karakter, rumah tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga tetap terlihat modern dan bernilai hingga bertahun-tahun ke depan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















