
“Awak yang menjadi perhatian dalam kondisi baik. Meskipun ini adalah pertama kalinya kami harus membawa kru kembali sedikit lebih awal dari jadwal, NASA siap. Inilah tepatnya mengapa kami berlatih, dan inilah NASA yang terbaik,” kata Isaacman, dikutip dari The Guardian.
Ia menambahkan bahwa penerbangan luar angkasa memang selalu mengandung unsur ketidakpastian. “Eksplorasi luar angkasa menuntut kesiapan menghadapi hal-hal tak terduga. Itulah sebabnya kami mempersiapkan diri agar dapat merespons dengan tegas dan aman,” ujarnya.
Setelah menjalani perawatan semalam di rumah sakit, para astronaut dijadwalkan kembali ke Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston untuk bertemu keluarga serta memulai proses pemulihan dan evaluasi pasca-penerbangan sesuai prosedur standar.
Crew Dragon Endeavour mendarat dengan bantuan parasut di perairan tenang Samudra Pasifik setelah menempuh perjalanan lebih dari 10 jam dari ISS. Keempat astronaut tersebut telah menjalankan misi di stasiun luar angkasa sejak Agustus lalu dan menghabiskan total 167 hari di orbit.
Pada 8 Januari, Jared Isaacman sebelumnya mengumumkan keputusan pemulangan lebih awal ini setelah salah satu astronaut mengalami “kondisi medis serius” yang memerlukan perawatan di darat. NASA menegaskan bahwa masalah kesehatan tersebut tidak berkaitan dengan cedera akibat operasi di luar angkasa.
Dalam situasi darurat, NASA sebenarnya mampu memulangkan awak ISS hanya dalam hitungan jam. Namun kali ini, para astronaut diberikan waktu beberapa hari untuk melatih Chris Williams, satu-satunya astronaut NASA yang masih berada di ISS dan akan mengambil alih operasi yang ditinggalkan kru tersebut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















