Puasa Qadha Ramadan: Batas Waktu, Hukum, dan Golongan yang Wajib Menggantinya

Artinya:
“Mereka itu bersegera dalam (melakukan) kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.”

Konsekuensi Jika Menunda hingga Ramadan Berikutnya

Jika seseorang menunda puasa qadha hingga masuk Ramadan berikutnya tanpa uzur yang sah, jumhur ulama berpendapat bahwa selain tetap wajib mengganti puasa, ia juga wajib membayar fidyah, yakni memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Pendapat ini dijelaskan oleh Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqhu al-Islamiyyu wa Adillatuhu.

Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Minhajul Muslim juga menegaskan hal serupa bagi orang yang lalai mengganti puasa tanpa alasan syar’i.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Apakah Puasa Qadha Harus Segera Dilaksanakan?

Puasa qadha tidak wajib dilakukan secara langsung setelah Ramadan, namun tetap wajib ditunaikan sebelum datang Ramadan berikutnya. Hal ini dijelaskan dalam Fiqh Us Sunnah karya Sayyid Sabiq, merujuk pada hadits Aisyah RA yang mengganti puasanya di bulan Syaban.

Jumlah puasa qadha sama dengan jumlah hari yang ditinggalkan, tidak boleh ditambah atau dikurangi.

Golongan yang Wajib Mengganti Puasa Ramadan

Berikut golongan yang diwajibkan melaksanakan puasa qadha:

  1. Musafir, yang bepergian jauh dengan tujuan yang dibenarkan syariat.
  2. Orang sakit yang masih memiliki harapan sembuh.
  3. Wanita haid dan nifas, sebagaimana hadits Aisyah RA.
  4. Orang yang sengaja muntah, sehingga puasanya batal.
  5. Orang yang makan dan minum dengan sengaja hingga puasanya batal.
BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

Niat Qadha Puasa Ramadan

Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku niat mengqadha puasa Ramadan esok hari karena Allah SWT.”

Demikian penjelasan lengkap mengenai puasa qadha Ramadan, mulai dari hukum, batas waktu, hingga niatnya. Semoga umat Islam dapat menunaikan kewajiban ini tepat waktu dan menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan ikhlas.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================