
Indeks K dan Indeks A merupakan parameter ilmiah yang digunakan secara internasional untuk mengukur tingkat gangguan medan magnet Bumi akibat aktivitas Matahari. Parameter ini digunakan oleh BMKG, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), serta berbagai lembaga geofisika dunia.
Syirojudin menjelaskan bahwa Indonesia relatif terlindungi dari dampak terburuk badai geomagnetik berkat fenomena equatorial electrojet. Fenomena ini berfungsi sebagai perisai alami yang mampu meredam partikel bermuatan energi tinggi dari aktivitas Matahari.
Meski tidak menimbulkan dampak serius, BMKG tetap mencatat potensi gangguan sementara yang mungkin dirasakan di Indonesia. Di antaranya adalah penurunan akurasi navigasi satelit Global Positioning System (GPS), gangguan komunikasi radio frekuensi tinggi (HF), serta fluktuasi layanan internet berbasis satelit.
BMKG menegaskan bahwa badai geomagnetik ini tidak berdampak langsung terhadap kesehatan manusia dan tidak menimbulkan risiko fatal pada sistem kelistrikan nasional.
“PLN dan sistem kelistrikan nasional dinilai aman dari risiko fatal akibat badai geomagnetik ini,” ujar Syirojudin.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Operator telekomunikasi, penerbangan, dan navigasi juga diminta untuk terus memantau kualitas sinyal satelit selama periode gangguan berlangsung.
Selain itu, masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan selalu mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Matahari dan cuaca antariksa melalui kanal pemantauan yang disediakan BMKG.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















