
Tak hanya Bandung, Jakarta juga menunjukkan tren kemacetan yang memburuk. Pada 2025, waktu tempuh perjalanan sejauh 10 kilometer di Ibu Kota tercatat rata-rata 26 menit 19 detik, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 25 menit 31 detik.
Kecepatan kendaraan di Jakarta saat jam sibuk pun turun menjadi 17,8 kilometer per jam. Kondisi ini membuat peringkat Jakarta dalam daftar kota termacet dunia melonjak tajam ke posisi ke-24, dari sebelumnya berada di urutan ke-90.
TomTom Traffic Index sendiri merupakan platform pemantau lalu lintas global yang menganalisis tingkat kemacetan, waktu tempuh, dan kecepatan kendaraan berdasarkan data GPS yang terpasang pada kendaraan. Pengukuran dilakukan dengan membandingkan waktu tempuh ideal tanpa hambatan dengan kondisi perjalanan sebenarnya.
Perubahan infrastruktur, batas kecepatan, hingga volume kendaraan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi hasil analisis. Di tingkat global, laporan tersebut menobatkan Kota Meksiko sebagai kota termacet di dunia pada 2025 dengan tingkat kemacetan mencapai 75,9 persen.
Berikut 25 besar kota termacet dunia versi TomTom Traffic Index 2025:
- Meksiko City, Meksiko (75,9%)
- Bengaluru, India (74,4%)
- Dublin, Irlandia (72,9%)
- Lodz, Polandia (72,8%)
- Pune, India (71,1%)
- Lublin, Polandia (70,4%)
- Bogota, Kolombia (69,6%)
- Arequipa, Peru (69,5%)
- Lima, Peru (69,3%)
- Bangkok, Thailand (67,9%)
- Medellin, Kolombia (66,9%)
- Davao, Filipina (66,2%)
- Cali, Kolombia (65,6%)
- Poznan, Polandia (64,9%)
- Recife, Brasil (64,7%)
- Bandung, Indonesia (64,1%)
- Guadalajara, Meksiko (63,3%)
- Mumbai, India (63,2%)
- Barranquilla, Kolombia (62,8%)
- Bucharest, Rumania (62,5%)
- Istanbul, Turki (62%)
- Budapest, Hungaria (61,9%)
- New Delhi, India (60,2%)
- Jakarta, Indonesia (59,8%)
- Los Angeles, Amerika Serikat (59,8%)
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















