Tutup Rangkaian Musrenbang 2026, Dedie Rachim Dorong Pembangunan Bogor Utara Lebih Revolusioner

BOGORTODAY.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Utara yang digelar di Aula Kebo Jati, Kelurahan Cibuluh, Kamis (22/1/2026).

Musrenbang ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian agenda Musrenbang tingkat kecamatan di Kota Bogor untuk tahun 2026.

Dalam sambutannya, Dedie menekankan bahwa Bogor Utara memiliki peran historis sebagai gerbang Kota Bogor dengan potensi yang sangat besar. Ia menilai konsep pembangunan wilayah ini perlu dievaluasi agar memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Konsep dan langkah pembangunan perlu diperbaiki agar lebih revolusioner. Masyarakat Bogor Utara harus menikmati pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, jangan hanya menjadi penonton pertumbuhan wilayah tetangga,” tegas Dedie kepada awak media.

Normalisasi Sungai dan Penindakan Bangunan Liar

Selain fokus pada ekonomi, Dedie memberikan catatan khusus mengenai penanganan banjir yang kerap melanda wilayah utara. Ia menginstruksikan aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk menindak tegas bangunan yang menyumbat aliran air.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

“Saya titip soal banjir. Di Bogor Utara kendalanya banyak bangunan yang melanggar. Saya minta camat dan lurah, kalau memang harus dibongkar, segera bongkar sebagai langkah normalisasi aliran sungai,” jelasnya.

228 Usulan Prioritas: Dominasi Infrastruktur Anti-Banjir

Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, memaparkan bahwa untuk RKPD 2027, pihaknya mengajukan 228 usulan prioritas ke tingkat kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 140 usulan didominasi oleh bidang fisik.

“Dominasi usulan fisik ini berkaitan dengan kondisi wilayah yang rawan banjir, seperti perbaikan drainase, peninggian turap, dan jembatan. Meskipun sifatnya banjir lintasan dan cepat surut, perbaikan infrastruktur tetap menjadi kebutuhan utama warga,” terang Riki.

Kelanjutan Jalan R2 Menuju Sentul

BACA JUGA :  Masuki Tahun Ke-11, Bogor Hujan Trail 2026 Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Rider Nusantara hingga Mancanegara

Sektor infrastruktur jalan juga menjadi sorotan dengan rencana pembangunan Jalan R2 yang diproyeksikan tersambung hingga kawasan Sentul, Sukaraja. Proyek strategis ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 tahun ke depan.

“Rencananya jalan ini akan tembus hingga SBY Center di Kelurahan Ciluar yang berbatasan dengan Sukaraja. Pembangunan mulai tersambung dari Jalan K.S. Tubun,” papar Riki.

Terkait progres pembebasan lahan, Riki mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bogor telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar pada tahun ini. Fokus utama saat ini adalah menuntaskan pembebasan lahan di sisi selatan karena pertimbangan biaya yang lebih efisien dibanding sisi utara.

“Tahun ini ada dana pembebasan lahan sebesar Rp20 miliar untuk R2. Pembebasan di sisi selatan menjadi prioritas karena kebutuhan anggarannya lebih kecil dibandingkan sisi utara yang lahannya masih cukup banyak,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================