
Rasa gurih nasi uduk juga dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga berisiko menyebabkan makan berlebihan, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program diet.
- Kadar gula darah meningkat
Bahan utama nasi uduk adalah beras putih yang memiliki indeks glikemik tinggi. Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat karbohidrat diubah menjadi gula darah.
Beras putih memiliki indeks glikemik sekitar 64, lebih tinggi dibandingkan beras merah yang berada di angka 55. Konsumsi rutin makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
- Menyebabkan diare
Santan yang digunakan dalam nasi uduk juga perlu diperhatikan. Kandungan lemak dan serat tertentu pada santan dapat membentuk gas di dalam perut dan meningkatkan tekanan pada usus.
Akibatnya, tinja menjadi sulit mengental dan berisiko menyebabkan diare, terutama jika nasi uduk dikonsumsi setiap hari dalam jumlah besar.
- Kolesterol tinggi
Santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Dalam sekitar 300 ml santan, terdapat hampir 90 persen lemak jenuh dari total kandungan lemaknya. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh dan memicu penyakit kardiovaskular.
- Mengganggu mikrobioma usus
Lauk pendamping nasi uduk umumnya diolah dengan minyak berlebih, seperti gorengan, bihun goreng, dan orek.
Menurut Healthline, konsumsi makanan berminyak secara berlebihan dapat mengganggu mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme baik yang berperan penting dalam pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.
Ketidakseimbangan mikrobioma dapat membuat tubuh lebih sulit mencerna lemak, meningkatkan peradangan, dan memperbesar risiko infeksi.
- Memicu jerawat
Makanan berlemak dan berminyak juga dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu lonjakan gula darah, yang kemudian meningkatkan peradangan dan produksi sebum di kulit. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama timbulnya jerawat.
Nasi uduk memang lezat dan menggoda selera, tetapi mengonsumsinya setiap hari tanpa variasi menu dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Dengan memahami bahaya makan nasi uduk setiap hari, Anda dapat lebih bijak dalam mengatur pola makan.
Cobalah untuk memvariasikan menu harian dengan makanan bergizi seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, sumber protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan tubuh tetap sehat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















