Ketika Otoritas dan Etika Kian Tergerus di Sekolah

Fenomena “anak zaman now” kerap dijadikan kambing hitam. Padahal, masalahnya bukan semata pada generasi, melainkan pada ekosistem pendidikan. Ketika keluarga, sekolah, dan masyarakat tidak berjalan seiring dalam menanamkan nilai, siswa tumbuh tanpa batas moral yang jelas.

Tantangan Guru di Tengah Perubahan Sosial

Sementara itu  guru hari ini menghadapi tantangan berlapis. Di satu sisi dituntut adaptif terhadap perubahan zaman dan karakter generasi digital.

Di sisi lain, harus tetap menjadi penjaga nilai dan etika. Namun tanpa dukungan sistemik, guru rentan menjadi pihak yang disalahkan ketika konflik muncul.

Oleh karena itu disinilah pentingnya kehadiran negara. Terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) tentang Perlindungan Guru menjadi langkah strategis yang patut diapresiasi.

BACA JUGA :  Disegel Kejagung, Gudang Motor Listrik BGN di Sentul Bogor Terpantau Aktif

Pada dasarnya regulasi ini menegaskan bahwa guru berhak mendapatkan perlindungan hukum, profesi, serta rasa aman dalam menjalankan tugasnya. Tanpa perlindungan yang jelas, mustahil guru dapat menjalankan fungsi pendidik secara optimal.

Namun regulasi saja tidak cukup. Implementasi di tingkat sekolah harus nyata. Kepala sekolah, komite, hingga dinas pendidikan perlu memastikan bahwa perlindungan guru bukan hanya dokumen administratif, melainkan praktik sehari-hari.

Membangun Kembali Otoritas dan Etika

Kasus kekerasan terhadap guru seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Sekolah perlu kembali menjadi ruang pembelajaran nilai, bukan sekedar pencapaian akademik.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan lewat slogan, tetapi melalui keteladanan, konsistensi aturan, dan keberanian menegakkan disiplin secara adil.

Selain itu otoritas guru tidak lahir dari kekuasaan, melainkan dari legitimasi moral dan dukungan sistem. Ketika guru dihormati, dilindungi, dan didukung, sekolah akan kembali menjadi ruang aman bagi tumbuhnya generasi beretika.

Bila kekerasan di sekolah terus dibiarkan, maka yang tergerus bukan hanya otoritas guru, tetapi juga masa depan pendidikan kita sendiri.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================