
Penelitian lain yang dinilai lebih meyakinkan diterbitkan di jurnal Frontiers in Neuroscience. Studi tersebut menyebutkan bahwa berkurangnya paparan sinar matahari, seperti saat musim hujan, dapat memengaruhi ritme sirkadian tubuh. Perubahan ritme ini kemudian berdampak pada fluktuasi hormon, termasuk leptin dan ghrelin, hormon yang memicu rasa lapar.
Akibatnya, tubuh bisa mengirim sinyal lapar lebih sering meski sebenarnya kebutuhan energi tidak meningkat drastis.
Makan Bantu Tubuh Tetap Hangat
Meski hasil penelitian masih beragam, Bri Bell menyebut peningkatan rasa lapar saat hujan kemungkinan berkaitan dengan sedikit meningkatnya kebutuhan energi tubuh.
“Proses makan dan mencerna makanan sebenarnya dapat sedikit meningkatkan suhu tubuh kita. Jadi wajar jika tubuh memberi sinyal untuk makan lebih banyak sebagai cara menjaga tubuh tetap hangat,” jelasnya.
Menariknya, apa pun yang dikonsumsi dapat membantu menghangatkan tubuh, meski makanannya tidak selalu disajikan dalam kondisi panas.
Jadi, rasa lapar yang muncul saat hujan bukan sekadar sugesti atau kebiasaan. Ada peran cuaca, hormon, dan mekanisme alami tubuh yang saling berkaitan. Tak heran jika hujan turun, keinginan untuk makan pun ikut meningkat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















