Bahaya Mengintai di Batutulis: Jalur Motor Retak Parah, Warga Desak Perbaikan

Kondisi Terkini Jalur Motor Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Foto: Ist

BOGORTODAY.COM – Kondisi infrastruktur di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, ditemukan retakan signifikan pada jalur khusus sepeda motor yang dinilai mengancam keselamatan para pengendara yang melintas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, retakan memanjang terlihat membelah permukaan aspal di sisi jalan. Mengingat curah hujan di Kota Bogor yang masih tinggi, kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya pergeseran tanah lebih lanjut yang dapat memperparah kerusakan jika tidak segera ditangani secara teknis.

Handy M, salah seorang warga Kelurahan Pamoyanan yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengungkapkan keresahannya. Ia menyebut keretakan aspal sangat membahayakan, terutama saat malam hari atau ketika hujan lebat yang membatasi jarak pandang.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

“Kami sebagai pengguna jalan merasa sangat khawatir. Kalau tidak segera diperbaiki, risikonya sangat besar bagi keselamatan pemotor. Kami mendesak Dinas PUPR Kota Bogor untuk segera melakukan tindakan nyata sebelum terjadi kecelakaan,” ujar Handy, Jumat (30/1/2026).

Senada dengan Handy, sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Bogor melalui dinas terkait tidak hanya melakukan penambalan sementara. Warga menuntut adanya pengecekan struktur jalan secara menyeluruh untuk memastikan apakah retakan tersebut disebabkan oleh beban kendaraan atau penurunan stabilitas tanah di area tersebut.

BACA JUGA :  Semarakkan HJB ke-544, Perumda PPJ Gelar Bazar Ekonomi Kerakyatan Sepekan Penuh di Blok F Trade Center

Sebagai informasi, jalur khusus roda dua di Jalan Saleh Danasasmita ini resmi dibuka kembali pada 26 Agustus 2025 lalu. Jalur sementara sepanjang 250 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter tersebut dibangun sebagai solusi cepat Pemkot Bogor untuk menjaga mobilitas warga pascabencana longsor yang sempat memutus akses di wilayah tersebut.

Publik kini menanti respons cepat dari Dinas PUPR agar infrastruktur vital yang baru berusia lima bulan ini tidak memakan korban jiwa.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================