Komponen Motor yang Wajib Dicek Saat Musim Hujan, Ini Kata Teknisi

Motor
Komponen Motor yang Wajib Dicek Saat Musim Hujan, Ini Kata Teknisi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Musim hujan membuat sejumlah komponen sepeda motor harus bekerja lebih ekstra. Tak hanya itu, beberapa bagian juga rentan terkena air hujan yang dapat memengaruhi performa hingga keselamatan berkendara. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat diperlukan, bahkan penggantian komponen perlu dilakukan jika kondisinya sudah tidak layak.

Ammar, teknisi motor dari bengkel Dewa Motor Buncit Raya, mengatakan ada dua komponen utama yang paling penting untuk diperiksa saat musim hujan, yakni ban motor dan kampas rem.

“Kalau yang paling sering dicek ya, yang paling inti itu dari kampas rem, terus di ban motornya sendiri. Karena kan dalam posisi hujan, ban motor itu sangat berpengaruh buat berkendara,” ujar Ammar.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Parung, Negara Rugi Rp9,1 Miliar

Ban Motor Jadi Faktor Utama Keselamatan

Ban motor yang sudah aus atau gundul sangat berisiko digunakan saat musim hujan. Permukaan jalan yang basah dapat membuat ban kehilangan daya cengkeram dan meningkatkan risiko tergelincir.

“Dia bisa, apa namanya, kepleset bahasa seringnya ya. Ngerem mendadak itu pasti kepleset. Itu kalau sudah halus atau botak, lebih baik diganti daripada terjadi nanti kecelakaan,” ucap Ammar.

Selain kondisi fisik, umur pakai ban juga perlu diperhatikan. Umumnya, ban motor memiliki masa pakai sekitar dua hingga tiga tahun. Jika sudah melewati batas tersebut, ban sebaiknya diganti meskipun secara kasat mata masih terlihat layak.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum Ruben Onsu Soroti Nafkah dan Harta Gana-Gini, Pertemuan dengan Anak Jadi Kunci Penyelesaian

Tekanan angin ban juga tak kalah penting. Ammar menekankan tekanan ban harus sesuai standar pabrikan agar motor tetap stabil, terutama saat bermanuver di jalan basah.

“Karena ban itu kan nggak bagus kalau kurang angin atau kelebihan angin, kita harus sesuai dengan tekanan anginnya, biar enggak terjadi oleng atau saat belok itu aman,” jelasnya.

Tekanan angin yang kurang dapat menyebabkan keretakan pada sisi ban, sementara tekanan yang terlalu tinggi berisiko menurunkan kualitas ban dan memicu munculnya benjolan.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================