
“Kalau kekurangan nggak bagus buat ban, dia nanti bakal ada terjadinya keretakan pada ban di samping. Itu pasti retak dan buat jalan pun dia pasti nggak stabil. Dan kelebihan pun nggak bagus untuk kualitas bannya nanti. Dia (ban) bakal jadi benjol,” tambah Ammar.
Ia menyarankan pengecekan tekanan udara ban dilakukan secara rutin, setidaknya dua minggu sekali, terutama selama musim hujan.
Kampas Rem Rentan Saat Musim Hujan
Selain ban, kampas rem juga menjadi komponen krusial yang wajib diperiksa. Air hujan dapat membuat kampas rem menjadi licin atau los, sehingga berpotensi menyebabkan rem tidak berfungsi optimal, bahkan rem blong.
“Kampas rem itu biasanya tipis, sudah kemakan dari kampasnya sendiri karena pemakaian juga. Kalau habis pun, dia besi ketemu besi kan kampasnya ketemu piringan, itu bakal los kalau kena air. Ditambah musim hujan kayak gini kan penting juga biar enggak terjadi rem blong,” tutur Ammar.
Hal senada disampaikan Willy, teknisi resmi Honda Utama Motor Mampang. Ia menyebut kampas rem menjadi salah satu komponen yang paling sering bermasalah saat musim hujan.
“Biasanya kan takutnya dia kena air masuk kotor dia kan, berisik. Biasanya kan untuk kampas rem belakangnya gampang bunyi kan,” ujar Willy.
Menurut Willy, salah satu tanda kampas rem mulai bermasalah adalah munculnya bunyi decitan saat pengereman. Ia juga menyarankan penggantian kampas rem dilakukan setiap menempuh jarak sekitar 12 ribu kilometer, atau lebih cepat jika kondisinya sudah menipis.
Dengan rutin memeriksa ban dan kampas rem, pengendara dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan motor tetap aman digunakan selama musim hujan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















