
BOGORTODAY.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengalami kendala dalam mengidentifikasi dugaan pencemaran lingkungan di Situ Citongtut, Kecamatan Gunung Putri, Jawa Barat.
Pelaksana Tugas Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengatakan, pihaknya masih melakukan penelitian lanjutan yang harus melalui proses laboratorium. Kesulitan identifikasi terjadi karena terdapat irigasi dan anak sungai di bawah 21 perusahaan yang berada di sekitar situ tersebut.
“Karena susah sekali kami mengidentifikasi. Ada irigasi atau anak sungai di bawah 21 perusahaan itu,” ujar Teuku, Sabtu (31/1/2026).
Hingga saat ini, DLH baru mengambil tiga sampel dari tiga perusahaan di sekitar Situ Citongtut. Teuku mengakui adanya hambatan saat tim hendak memasuki area perusahaan untuk pengambilan sampel.
“Ada yang tidak mau, ada yang tidak bersedia. Macam-macam. Tapi kami tidak peduli, kami tetap mengirim surat,” katanya.
Padahal, menurut Teuku, pihaknya perlu masuk ke perusahaan untuk mengetahui jenis produksi guna mencocokkan dengan hasil sampling di Situ Citongtut. Misalnya, jika ditemukan kandungan minyak dalam sampel air, maka perusahaan yang terkait dengan produksi minyak akan menjadi objek investigasi.
Teuku meminta kerja sama perusahaan-perusahaan di sekitar Situ Citongtut untuk membuka akses bagi tim DLH.
“Kami masuk sifatnya partisipatif. Mohon dibuka pintu agar kami bisa melakukan penelitian,” pungkasnya.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















