
“Kami akan melihat pada anggaran 2026 apakah memungkinkan adanya penambahan. Opsinya memang penambahan pegawai, tetapi semua kembali pada kekuatan anggaran,” katanya.
Meski demikian, Eko menilai aksi vandalisme kerap dilakukan dengan memanfaatkan celah pengawasan, seperti saat pergantian jadwal piket atau waktu istirahat petugas.
“Ketika petugas sedang istirahat atau pergantian piket, di situ biasanya ada celah yang dimanfaatkan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menata estetika kota, namun keterbatasan jumlah petugas menjadi salah satu tantangan dalam menjaga fasilitas publik dari aksi vandalisme.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














