
Sementara itu, bagi mereka yang memiliki penyakit jantung, kadar kolesterol tinggi, atau diabetes, disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari empat kuning telur dalam satu minggu.
Namun, Zumpano menekankan bahwa angka tersebut tidak bisa berdiri sendiri tanpa melihat pola makan secara keseluruhan.
“Saran membatasi hingga empat kuning telur per minggu perlu disertai pertimbangan terhadap asupan lemak jenuh lainnya dalam diet harian,” jelasnya.
Artinya, jika seseorang sudah banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dari sumber lain, seperti daging berlemak atau makanan olahan, maka konsumsi telur sebaiknya lebih dibatasi.
Cara Memasak Telur Juga Berpengaruh
Selain jumlah, cara memasak telur turut menentukan dampaknya bagi kesehatan jantung. Zumpano merekomendasikan metode memasak yang minim tambahan lemak, seperti merebus, poaching, atau menumis ringan.
Sebaliknya, menggoreng telur memang praktis, tetapi berpotensi menambah asupan lemak jenuh secara signifikan, terutama jika menggunakan banyak minyak atau mentega.
Telur tetap merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan kaya nutrisi yang aman dikonsumsi setiap hari. Bagi orang sehat, satu telur per hari masih tergolong aman untuk kesehatan jantung. Namun, bagi penderita penyakit jantung, kolesterol tinggi, atau diabetes, jumlah kuning telur perlu dibatasi.
Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan pola makan secara keseluruhan, memperhatikan asupan lemak jenuh dari berbagai sumber, serta memilih cara memasak telur yang lebih sehat. Dengan begitu, manfaat telur bisa tetap diperoleh tanpa mengorbankan kesehatan jantung.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















