
“Operasi ini adalah instrumen kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Kami berharap angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan dapat ditekan, terutama saat mobilitas warga mulai meningkat menjelang bulan Ramadan,” ungkap Kompol Yudiono dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan akan mengedepankan sosialisasi, imbauan, serta penegakan hukum secara humanis. Terdapat beberapa sasaran prioritas pelanggaran yang menjadi fokus utama karena berpotensi besar memicu kecelakaan, di antaranya:
- Pengendara yang tidak menggunakan helm standar (SNI).
- Pengendara yang melawan arus lalu lintas.
- Penggunaan ponsel saat berkendara.
- Pelanggaran batas kecepatan maksimal.
Kompol Yudiono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung kelancaran operasi ini dengan tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
“Keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan kolektif, bukan sekadar kewajiban formal. Dengan kedisiplinan dan kepedulian setiap pengendara, kita dapat menciptakan ekosistem lalu lintas yang aman dan tertib di Kota Bogor,” pungkasnya.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















