Ada Mata Air Aktif di Bawah Jalan Saleh Danasasmita, Dedie Rachim Sebut Lokasi Tak Lagi Layak Jadi Jalur Utama

Selanjutnya, Dedie Rachim, meminta DPUPR Kota Bogor untuk terus berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Jawa Barat agar dapat membantu apa yang diperlukan dan bisa dilakukan oleh Kota Bogor.

“Sambil terus berkoordinasi dan menunggu, saya instruksikan kepada Kepala Dinas PUPR untuk memperbaiki jalan akses alternatif,” ujarnya.

Dari sisi teknis, Jalan Saleh Danasasmita tidak lagi memungkinkan digunakan sebagai akses jalan bagi kendaraan, karena berdasarkan hasil penelitian geologi terdapat sumber mata air di bawah jalan.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Namun, karena dalam kondisi kedaruratan terkait kebutuhan akses jalan bagi masyarakat, jalan tersebut sempat dibuka sementara untuk kendaraan roda dua dengan terlebih dahulu dilakukan perbaikan tebingan, pembuatan sodetan atau saluran air, serta pemasangan bronjong oleh BTP Kelas I Bandung.

Setelah jalan dibuka kembali, tebing di samping jalan kembali longsor yang berdampak pada retaknya aspal jalan. Selanjutnya, akses jalan tersebut kembali ditutup.

BACA JUGA :  Jumlah Hewan Kurban di Kota Bogor Tembus 15.800 Ekor, Naik 1.400 dari Tahun Lalu

“Porsi kita dalam melakukan perbaikan jalan sudah dilaksanakan. Namun, di bawah masih terdapat pergerakan tanah, karena adanya mata air aktif, kemudian ditambah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan dorongan padat tanah yang sejak awal sudah labil. Ini yang kita carikan alternatif sampai kita memproses trase baru,” ujar Dedie Rachim.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================