
Tak lama setelah gangguan penglihatan tersebut, seluruh sisi kanan tubuh Kay mulai terasa kesemutan dan mati rasa. Ia baru menyadari kondisi yang dialaminya serius ketika mulai kesulitan berbicara dengan jelas.
Melihat kondisi sang istri, suami Kay segera membawanya ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, dokter melakukan pemindaian CT scan dan menemukan bahwa Kay mengalami stroke.
Setelah mendengar penjelasan Kay mengenai kebiasaan membunyikan leher, dokter menyebut bahwa gerakan ‘kretek’ leher tersebut telah memicu robekan pada pembuluh darah. Robekan itu kemudian menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang berujung pada stroke.
Beruntung, bekuan darah tersebut cepat larut sehingga Kay tidak perlu menjalani operasi. Kini, kondisinya telah berangsur pulih. Meski demikian, pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap hidup dan menyadarkannya bahwa kondisi kesehatan bisa memburuk dengan sangat cepat.
Kay pun mengingatkan bahwa leher merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif sehingga perlu kehati-hatian dalam melakukan gerakan.
“Saya tidak ingin menakuti siapa pun. Ini hanya sesuatu yang benar-benar terjadi pada saya,” tutupnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















