
BOGORTODAY.COM – Turis yang ingin menjalankan tradisi lempar koin ke Air Mancur Trevi di Roma, Italia, kini harus merogoh kocek lebih dalam saat berkunjung. Mulai Senin (2/2/2026), Pemerintah Kota Roma resmi memberlakukan biaya masuk sebesar 2 euro atau sekitar Rp34 ribu bagi pengunjung yang ingin melempar koin ke air mancur ikonik tersebut.
Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya mengurai kepadatan wisatawan atau overtourism, sekaligus membantu pendanaan perawatan dan pelestarian monumen bersejarah yang menjadi salah satu ikon pariwisata dunia itu.
Namun, biaya tersebut tidak berlaku untuk seluruh area. Retribusi hanya dikenakan bagi wisatawan yang ingin menuruni anak tangga batu dan mendekat langsung ke bibir kolam Air Mancur Trevi. Sementara itu, area alun-alun di sekitarnya tetap dapat diakses secara gratis oleh siapa saja.
Penerapan tarif masuk juga dibatasi berdasarkan waktu kunjungan. Pada hari kerja, biaya diberlakukan mulai pukul 11.30 hingga 22.00 waktu setempat. Sementara pada akhir pekan, pengunjung dikenakan tarif sejak pukul 09.00 hingga 22.00 waktu setempat.
Pemerintah Kota Roma turut memberikan sejumlah pengecualian. Warga lokal Roma, penyandang disabilitas beserta pendampingnya, serta anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak dikenakan biaya masuk.
Kebijakan ini mendapat respons beragam dari wisatawan. Seorang turis asal Argentina, Valentina De Vicentis, mengaku menyambut baik aturan tersebut. Menurutnya, jumlah pengunjung yang lebih terkendali justru membuat pengalaman wisata menjadi lebih nyaman.
“Jumlah orang di sini jadi lebih sedikit, jadi saya rasa ini bagus. Jika terlalu ramai, kita tidak bisa berfoto atau menikmati suasana dalam waktu lama,” ujar Valentina, seperti dikutip dari Reuters.
Air Mancur Trevi sendiri merupakan mahakarya arsitektur bergaya Barok akhir yang rampung dibangun pada 1762. Monumen ini menggambarkan Oceanus, dewa air, dan semakin mendunia setelah tampil dalam film klasik La Dolce Vita karya Federico Fellini.
Tradisi melempar koin ke dalam kolam Air Mancur Trevi dipercaya dapat membawa keberuntungan dan menjamin seseorang akan kembali lagi ke Roma di kemudian hari. Tak heran, popularitasnya sangat tinggi.
Tercatat lebih dari 10 juta orang mengunjungi Air Mancur Trevi sepanjang periode Desember 2024 hingga Desember 2025.
Roma bukan satu-satunya kota di Italia yang menerapkan kebijakan pembatasan wisatawan. Pantheon di Roma telah lebih dulu memberlakukan tiket masuk, sementara Venesia menerapkan biaya masuk kota saat musim liburan.
Kota Verona pun kini memberlakukan tiket masuk sementara untuk mengakses balkon yang dikaitkan dengan kisah Romeo and Juliet.
Langkah Pemerintah Kota Roma ini menandai babak baru pengelolaan destinasi wisata bersejarah di tengah lonjakan pariwisata global, sekaligus menjadi contoh bagi kota-kota lain di dunia yang menghadapi masalah serupa.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















