Oleh : dr. Tutik Nur’ Ayni, Sp.P.A (Dokter Spesialis Patologi Anatomik)
MENDENGAR kata Cancer ata kanker terasa menyeramkan bagi sebagian besar orang. Ya, nama ini berasal dari bahasa Yunani “Karkinos” yang berarti kepiting.
Kanker secara istilah adalah kelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel tubuh yang tidak terkendali dan agresif, merusak jaringan sekitar, dan mampu menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Seperti sifat asal namanya, sel kanker dapat melekat kuat dan merusak seperti capit kepiting. Istilah lain untuk kanker adalah tumor ganas.
Tumor secara bahasa adalah pembengkakan atau benjolan, yang dalam hal ini mengacu pada pertumbuhan sel tubuh yang tidak terstruktur dan tidak mempunyai manfaat dalam tubuh.
Sehingga tumor dapat dibagi menjadi tumor jinak dan tumor ganas/ kanker. Perbedaan keduanya yaitu tumor jinak tidak merusak jaringan sekitar dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain, meskipun ukurannya dapat terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Penentuan jinak dan ganas ini didasarkan pada perubahan fisik yang dapat dilihat langsung oleh mata misalkan saat dokter bedah memeriksa suatu benjolan, dan perubahan histopatologi yang merujuk pada perubahan struktur.
Dan morfologi sel yang dilihat dibawah mikroskop, dalam hal ini dokter patologi anatomik yang mendiagnosis dengan melihat riwayat keseluruhan pasien tersebut.
Penyakit kanker ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari usia kanak-kanak sampai usia tua, dengan jenis yang berbeda-beda yang biasanya sesuai dengan kelompok usia penderitanya.
Seperti kelompok usia kanak-kanak dan remaja (0-19 tahun), jenis kanker tersering menurut GLOBOCAN 2022 adalah Leukemia atau kanker darah, tumor otak, dan tumor kelenjar getah bening.
Sedangkan jenis kanker pada usia dewasa dengan insiden tersering di Indonesia adalah kanker payudara, diikuti dengan kanker paru-paru, dan kanker mulut rahim/ serviks.
Stigma yang beredar di masyarakat memang apabila pasien sudah terkena kanker maka pengobatan pun terbilang sulit, memerlukan waktu yang lama, dan biaya yang tidak sedikit.
Namun secercah harapan sebaiknya tetap ada dalam situasi apa pun. Perkembangan besar dalam hal skrining/deteksi dini, diagnosis, dan pengobatan kanker telah terjadi selama hampir 250 tahun terakhir, pada penyakit yang telah dikenal umat manusia selama ribuan tahun ini.
Seperti Percivall Pott tahun 1775, yang melaporkan paparan lingkungan para pekerja cerobong asap yang sering terkena jelaga dengan tingginya kejadian kanker kulit pada scrotum.
Editor : Iman Rahman Hakim
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















