Sapu Bersih Penjual Obat Terlarang, Kapolresta Bogor: Siapa Pun di Belakangnya, Saya Tidak Takut!

Kapolresta Bogor Kota
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro. Foto: Dok. Bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menegaskan komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah menjelang bulan suci Ramadan 2026. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Mako PWI Kota Bogor, pada Kamis (5/2/2026).

Dalam paparannya, Kombes Pol Rio menekankan bahwa pengamanan tidak hanya dilakukan melalui patroli di tingkat hilir, namun juga menyentuh akar permasalahan di tingkat hulu.

Kombes Pol Rio menjelaskan bahwa selain faktor ekonomi, faktor sosial dan pergaulan menjadi pemicu tingginya angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti tawuran dan begal. Meskipun patroli pencegahan preemtif dan preventif terus digencarkan, ia menilai diperlukan formulasi khusus untuk memutus rantai kekerasan tersebut.

BACA JUGA :  Dua SK Pengurus Beredar, Ketua Kadin Kota Bogor Versi Dona Disomasi Terbuka

“Patroli tetap saya laksanakan dari hulu hingga ke hilir. Hilirnya adalah pencegahan preemtif dan preventif. Namun ada hal di hulu yang kadang kita lupakan, yakni mengapa tingkat kamtibmas itu tinggi,” ujar Rio di hadapan media.

Sebagai langkah konkret, Kapolresta membawa langsung Kasat Narkoba untuk bertanggung jawab penuh dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang. Rio meyakini bahwa konsumsi obat jenis Tramadol dan psikotropika menjadi pemicu utama meningkatnya rasa percaya diri pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan.

“Saya akan men-zerokan obat-obat Tramadol dan psikotropika! Peredaran obat-obat itu sangat besar sehingga membuat orang percaya diri untuk melakukan tindakan kekerasan. Kami tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga menghilangkan muara dari penyebab ini terjadi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Jalur Cepat Tegar Beriman Ditutup Malam Ini, Warga Diminta Cari Rute Alternatif

Kombes Pol Rio juga secara terbuka meminta bantuan rekan-rekan wartawan untuk menjadi mata dan telinga kepolisian. Ia mengimbau awak media untuk segera melaporkan keberadaan kios-kios yang nekat menjual obat terlarang tersebut melalui pesan singkat langsung kepadanya.

“Silakan WA saya langsung kios-kios mana yang jualan obat-obat itu. Kasih tahu saya agar langsung saya tindak. Siapapun di belakangnya, saya tidak akan pernah takut untuk menindak,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================