
Faris menjelaskan, jumlah mahasiswa PPDS ditetapkan oleh kementerian berdasarkan hasil evaluasi kesiapan institusi.
Pada tahap awal, kuota maksimal yang diberikan adalah lima mahasiswa per semester untuk masing-masing program studi. Proses seleksi akan dilakukan secara ketat guna menjaga kualitas pendidikan serta rasio ideal antara peserta didik dan pembimbing klinik.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penyelenggaraan PPDS di UMY tidak hanya berfokus pada kompetensi klinis, tetapi juga diarahkan untuk mencetak dokter spesialis yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta literasi teknologi dan analisis data.
Seluruh kompetensi tersebut dikembangkan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menekankan kebermanfaatan dan dampak sosial.
“Spirit kami adalah menghadirkan pendidikan yang berdampak. Melalui PPDS ini, UMY ingin berkontribusi nyata dalam penguatan layanan kesehatan sekaligus pengembangan sumber daya manusia dokter spesialis di Indonesia,” imbuhnya.
Dengan dibukanya Program Studi Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi, UMY kini memiliki total 12 Program Pendidikan Dokter Spesialis.
Capaian ini semakin memperkuat peran UMY sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan kedokteran spesialis di tingkat nasional.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















