
Hal ini disampaikan Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Then Suyanti.
“Efek paparan timbal ini jangka panjang dan tidak langsung terlihat. Kadar timbal yang tinggi pun sering kali tidak menunjukkan gejala,” ujarnya.
Kandungan timbal dalam darah dapat memicu anemia. Sementara itu, paparan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan otak dan saraf, penurunan IQ dan kecerdasan, serta keterlambatan tumbuh kembang.
“Kasihan anak-anak kita, IQ-nya jadi tidak bagus, tumbuh kembangnya jelek, kemudian stunting,” kata Then.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Ni Luh Putu Indi Dharmayanti.
“Sejumlah studi menunjukkan bahwa paparan timbal, bahkan pada kadar terendah, mampu mengganggu perkembangan otak, fungsi kognitif, serta perilaku anak,” ujarnya, mengutip laman BRIN.
Gangguan tersebut dapat berdampak besar pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Saat ini, paparan timbal diakui sebagai salah satu ancaman kesehatan paling serius bagi anak-anak Indonesia, mengingat tubuh anak mampu menyerap timbal 4–5 kali lebih banyak dibanding orang dewasa.
Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini, orang tua dapat melindungi anak dari dampak buruk paparan timbal dan menjaga tumbuh kembangnya tetap optimal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















