
Pelaksanaan sholat syuruq pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya. Sholat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat. Perbedaannya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya.
Adapun tata caranya sebagai berikut:
- Membaca niat sholat syuruq
- Takbiratul ihram
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca surah pendek Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca surah pendek
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam
Doa Setelah Sholat Syuruq
Setelah sholat syuruq, umat Islam dianjurkan untuk berdoa. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah sebagai berikut:
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan menerbitkan matahari dari tempat terbitnya. Ya Allah, berilah aku kebaikan hari ini dan jauhkan aku dari keburukannya. Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya petunjuk-Mu sebagaimana Engkau menerangi bumi dengan cahaya matahari-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih.”
Selain itu, terdapat pula doa panjang yang memohon cahaya hidayah, keteguhan iman, serta ampunan bagi diri sendiri, orang tua, dan seluruh kaum muslimin.
Keutamaan Sholat Syuruq
Dalam buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya Ustadz M. Kamaluddin, disebutkan sejumlah hadis yang menjelaskan keutamaan sholat syuruq.
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa sholat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian sholat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah.” (HR. Ath-Thabarani)
Hadis lainnya menyebutkan bahwa pahala tersebut bahkan diberikan secara sempurna bagi mereka yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah, berdzikir hingga masuk waktu dhuha, lalu melaksanakan sholat sunnah.
Menurut penjelasan Syaikh Utsaimin, sholat syuruq pada dasarnya termasuk bagian dari sholat dhuha. Jika dilaksanakan di awal waktu, setelah matahari terbit dan meninggi, maka disebut sholat syuruq.
Sedangkan bila dikerjakan di pertengahan atau akhir waktu dhuha, maka disebut sholat dhuha. Keduanya tetap termasuk dalam rangkaian sholat dhuha yang memiliki keutamaan besar.
Dengan memahami pengertian, waktu, tata cara, dan keutamaannya, sholat syuruq dapat menjadi amalan sunnah yang menguatkan hubungan seorang muslim dengan Allah SWT sekaligus mengawali hari dengan ibadah dan keberkahan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















