Sholat Syuruq: Pengertian, Waktu Pelaksanaan, Tata Cara, dan Keutamaannya

Sholat Syuruq
Ilustrasi Sholat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Sholat syuruq merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan setelah terbitnya matahari hingga sebelum masuk waktu dhuha.

Ibadah ini disebutkan dalam berbagai riwayat memiliki keutamaan besar, khususnya bagi umat Islam yang mengawali pagi hari dengan sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan dzikir, lalu sholat sunnah dua rakaat setelah matahari terbit.

Memahami waktu pelaksanaan serta tata cara sholat syuruq menjadi penting agar ibadah ini dilakukan sesuai tuntunan syariat. Dengan pengetahuan yang benar, umat Islam dapat menjalankan sholat syuruq dengan tertib dan mendapatkan keutamaannya secara maksimal.

Definisi dan Waktu Pelaksanaan Sholat Syuruq

Dalam buku Sholat-sholat Tathawwu’ karya David Muhammad dijelaskan bahwa kata syuruq berarti terbit. Istilah ini merujuk pada waktu terbitnya matahari. Oleh karena itu, sholat syuruq adalah sholat sunnah yang dilaksanakan setelah matahari terbit dan meninggi.

Waktu pelaksanaannya dimulai ketika matahari telah naik kira-kira setinggi satu tombak dalam pandangan mata manusia. Hal ini penting diperhatikan karena pada saat matahari tepat berada di garis terbit, umat Islam dilarang melaksanakan sholat.

Larangan tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Ada tiga waktu di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami untuk melaksanakan sholat atau menguburkan jenazah kami: ketika matahari terbit sampai meninggi, ketika matahari berada tepat di tengah langit sampai tergelincir, dan ketika matahari condong hendak terbenam sampai benar-benar terbenam.” (HR. Muslim)

BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

Niat Sholat Syuruq

Berdasarkan buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, berikut bacaan niat sholat syuruq:

Arab:
أُصَلَّى سُنَّةَ الْإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatal isyraqi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta‘ala

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah Isyraq dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta‘ala.”

Tata Cara Sholat Syuruq

Pelaksanaan sholat syuruq pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya. Sholat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat. Perbedaannya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya.

Adapun tata caranya sebagai berikut:

  1. Membaca niat sholat syuruq
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca Surah Al-Fatihah
  4. Membaca surah pendek Al-Qur’an
  5. Rukuk
  6. I’tidal
  7. Sujud pertama
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri untuk rakaat kedua
  11. Membaca Surah Al-Fatihah
  12. Membaca surah pendek
  13. Rukuk
  14. I’tidal
  15. Sujud pertama
  16. Duduk di antara dua sujud
  17. Sujud kedua
  18. Duduk tasyahud akhir
  19. Salam

Doa Setelah Sholat Syuruq

Setelah sholat syuruq, umat Islam dianjurkan untuk berdoa. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah sebagai berikut:

Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan menerbitkan matahari dari tempat terbitnya. Ya Allah, berilah aku kebaikan hari ini dan jauhkan aku dari keburukannya. Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya petunjuk-Mu sebagaimana Engkau menerangi bumi dengan cahaya matahari-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih.”

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Selain itu, terdapat pula doa panjang yang memohon cahaya hidayah, keteguhan iman, serta ampunan bagi diri sendiri, orang tua, dan seluruh kaum muslimin.

Keutamaan Sholat Syuruq

Dalam buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya Ustadz M. Kamaluddin, disebutkan sejumlah hadis yang menjelaskan keutamaan sholat syuruq.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa sholat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian sholat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah.” (HR. Ath-Thabarani)

Hadis lainnya menyebutkan bahwa pahala tersebut bahkan diberikan secara sempurna bagi mereka yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah, berdzikir hingga masuk waktu dhuha, lalu melaksanakan sholat sunnah.

Menurut penjelasan Syaikh Utsaimin, sholat syuruq pada dasarnya termasuk bagian dari sholat dhuha. Jika dilaksanakan di awal waktu, setelah matahari terbit dan meninggi, maka disebut sholat syuruq.

Sedangkan bila dikerjakan di pertengahan atau akhir waktu dhuha, maka disebut sholat dhuha. Keduanya tetap termasuk dalam rangkaian sholat dhuha yang memiliki keutamaan besar.

Dengan memahami pengertian, waktu, tata cara, dan keutamaannya, sholat syuruq dapat menjadi amalan sunnah yang menguatkan hubungan seorang muslim dengan Allah SWT sekaligus mengawali hari dengan ibadah dan keberkahan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================