
Ciptakan rutinitas tidur yang konsisten, batasi penggunaan gawai sebelum tidur, dan pastikan kamar tidur nyaman serta minim gangguan.
- Turunkan berat badan jika berlebih
Kelebihan berat badan dapat menambah jaringan di sekitar leher yang mempersempit saluran napas. Hal ini membuat risiko ngorok meningkat. Mulailah dengan langkah sederhana seperti mengatur porsi makan, memilih makanan bergizi, dan berolahraga setidaknya 30 menit sehari.
Konsultasi dengan ahli gizi juga bisa membantu program penurunan berat badan yang lebih aman dan efektif.
- Berhenti merokok
Merokok dapat mengiritasi dan menyebabkan peradangan pada saluran napas, sehingga memperparah dengkuran dan meningkatkan risiko sleep apnea.
Meski tidak mudah, berhenti merokok membawa banyak manfaat, termasuk tidur yang lebih nyenyak. Berbagai bantuan tersedia, mulai dari terapi pengganti nikotin hingga konseling medis.
- Hindari alkohol sebelum tidur
Alkohol membuat otot-otot tenggorokan menjadi terlalu rileks, sehingga saluran napas lebih mudah tertutup saat tidur.
Akibatnya, dengkuran bisa terdengar lebih keras dan sering. Sebaiknya hindari konsumsi alkohol setidaknya 3–4 jam sebelum waktu tidur.
Ngorok memang sering dianggap sepele, tetapi jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan tidur yang lebih serius.
Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana di atas, banyak orang berhasil mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan mendengkur.
Namun, jika dengkuran tetap berlanjut atau disertai napas tersendat, sering terbangun di malam hari, dan rasa lelah berlebihan di siang hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















