
Pergerakan tanah terjadi ketika gaya pendorong pada lereng lebih besar dibanding gaya penahan. Gaya penahan meliputi kepadatan tanah, struktur batuan, dan vegetasi.
Sementara gaya pendorong dipengaruhi kemiringan lereng, beban air, getaran, hingga kemampuan batuan menopang tanah.
Faktor Penyebab Tanah Bergerak
Tanah bergerak jarang terjadi tanpa sebab. Selain faktor internal tanah, ada beberapa faktor eksternal yang memicu pergerakan, terutama saat musim hujan intensitas tinggi, melansir situs BPBD Bogor:
- Erosi Tanah
Air hujan yang deras dapat mengikis lapisan tanah, khususnya di lereng curam dengan vegetasi minim, sehingga tanah kehilangan daya ikatnya dan mudah bergerak. Pencegahannya bisa dilakukan dengan penanaman vegetasi di area rawan.
- Tanah Jenuh Air
Tanah liat yang menyerap air berlebihan dapat kehilangan daya dukung saat jenuh, memicu tanah ambles atau bergerak, terutama di wilayah dengan sistem drainase buruk.
- Gempa Bumi
Pergerakan lempeng tektonik bisa memicu gempa, menyebabkan penurunan tanah atau likuifaksi, kondisi yang meningkatkan risiko tanah bergerak.
- Beban Berlebih
Bangunan berat yang tidak disesuaikan dengan karakteristik tanah meningkatkan risiko pergerakan, terutama pada pembangunan gedung masif tanpa kajian geologi.
- Aktivitas Manusia
Kegiatan seperti pengeboran, penggalian, dan alih fungsi lahan tanpa perencanaan matang dapat merusak struktur tanah. Ditambah curah hujan tinggi, risiko erosi dan tanah bergerak meningkat.
Pentingnya Waspada dan Pencegahan
Sebagai negara rawan bencana, pemahaman mengenai tanah bergerak sangat penting. Dengan mengenali pengertian dan penyebabnya, masyarakat bisa lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.
Pencegahan sejak dini, terutama saat musim hujan, menjadi kunci meminimalkan dampak bencana tanah bergerak.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















