
BOGORTODAY.COM – Tayamum merupakan keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah SWT bagi muslim yang tidak dapat menggunakan air untuk bersuci.
Tayamum bisa dilakukan menggunakan tanah atau debu, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Maidah ayat 6:
“…dan jika kamu sedang sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
Niat Tayamum
Niat tayamum harus dibaca sebelum melaksanakan tayamum:
Arab:
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala
Arti:
“Aku berniat tayamum agar diperbolehkan salat karena Allah ta’ala.”
Cara Tayamum yang Benar
Berdasarkan buku Aku Bisa Shalat 5 Waktu dengan Benar, berikut langkah-langkah tayamum:
- Membaca niat tayamum.
- Meniupkan debu atau tanah ke telapak tangan.
- Mengusap debu ke seluruh wajah.
- Letakkan tangan pada debu dan usapkan ke tangan.
- Usapkan debu pada tangan mulai dari kanan, lalu kiri, hingga siku.
Kriteria Debu atau Tanah untuk Tayamum
- Debu atau tanah harus suci dan bersih.
- Pasir berdebu diperbolehkan, tetapi debu terbakar, tanah licin, basah, atau bahan kimia seperti petroleum, sulfur, kapur tidak diperbolehkan.
Syarat Tayamum
Seorang muslim hanya boleh bertayamum jika:
- Sudah masuk waktu salat.
- Membaca niat tayamum.
- Beragama Islam.
- Sudah mencari air dan tidak menemukannya.
- Tidak ada penghalang pada anggota tubuh (misal lilin atau mentega).
- Tidak sedang haid atau nifas.
- Ada alasan yang sah untuk bertayamum (misal sakit, lokasi berbahaya, atau air digunakan untuk kebutuhan minum).
Doa Setelah Tayamum
Setelah tayamum, disunnahkan membaca doa berikut:
Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْن، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Latin:
Asyhadu an laa Ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alni minat tawwaabiina, waj’alni minal mutatahhirina, waj’alni min ‘ibaadikas shalihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika.
Arti:
“Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang bertobat, bersuci, dan menjadi hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan kebaikan-Mu aku memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.”
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















