BOGORTODAY.COM – Kalau kamu perhatikan, kursi penumpang di kereta api tidak dilengkapi sabuk pengaman atau seat belt, berbeda dengan mobil, bus, atau pesawat terbang. Padahal, sabuk pengaman selama ini dikenal sebagai standar keselamatan dalam perjalanan.
Baik kereta jarak dekat maupun jarak jauh, kelas ekonomi hingga eksekutif, semuanya tidak menyediakan sabuk pengaman. Lantas, kenapa demikian?
Menurut ahli keselamatan transportasi, Thomas Barth, ada sejumlah alasan mengapa kereta api tidak membutuhkan sabuk pengaman seperti moda transportasi lainnya. Penjelasan ini juga pernah dibahas dalam Reader’s Digest.
Berikut ulasannya.
- Kereta Api Lebih Aman dan Jarang Mengalami Kecelakaan
Secara statistik, perjalanan menggunakan kereta api termasuk sangat aman. Rail Passengers Association menyebutkan bahwa bepergian dengan kereta api sekitar 17 kali lebih aman dibandingkan menggunakan mobil.
Berbeda dengan kendaraan di jalan raya yang berbagi ruang dengan banyak pengguna lain, kereta beroperasi di jalur khusus (rel) dengan sistem penjadwalan yang terkontrol. Lingkungan operasional yang terkendali ini membuat risiko kecelakaan relatif kecil.
Barth menjelaskan bahwa tidak ada moda transportasi yang 100 persen aman. Namun, sistem desain dan regulasi dibuat untuk menekan risiko ke tingkat yang dapat diterima. Dalam konteks kereta api, tingkat risiko tersebut saat ini dinilai tidak memerlukan sabuk pengaman tambahan.
- Desain Interior Kereta Sudah Dirancang Aman
Interior kereta dirancang dengan kursi empuk yang tersusun berdekatan. Desain ini bukan tanpa alasan. Jika terjadi guncangan, penumpang cenderung terdorong ke bantalan kursi di sekitarnya, bukan terlempar jauh seperti di kendaraan yang ruangnya lebih terbuka.
Konsep ini disebut sebagai compartmentalization, yakni sistem perlindungan melalui desain ruang dan struktur kursi yang menyerap energi benturan.
Karena itu, perlindungan keselamatan pada kereta lebih mengandalkan desain struktur dan tata letak interior dibanding penggunaan sabuk pengaman.
- Kekuatan Tabrakan Relatif Lebih Rendah
Dalam kecelakaan kendaraan, tingkat kerusakan biasanya dipengaruhi oleh seberapa cepat kendaraan berhenti secara mendadak.
Mobil yang menabrak tembok akan berhenti seketika, sehingga gaya benturannya sangat besar. Sementara itu, kereta memiliki massa yang sangat besar dan bergerak di rel, sehingga ketika terjadi benturan, perlambatannya cenderung lebih bertahap dibanding kendaraan ringan.
Memang ada pengecualian, seperti tabrakan langsung antar kereta atau anjlok dari rel, yang dapat menghasilkan benturan besar. Namun, kejadian seperti ini sangat jarang terjadi dibanding kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
- Kereta Memiliki Sistem Keselamatan yang Berbeda
Prioritas keselamatan kereta bukan pada perlindungan individu melalui sabuk pengaman, melainkan pada pencegahan kecelakaan sejak awal.
Salah satu sistem modern yang digunakan adalah Positive Train Control (PTC). Sistem ini memungkinkan pembatasan pergerakan kereta secara otomatis untuk mencegah tabrakan atau pelanggaran sinyal, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada faktor manusia (human error).
Dengan teknologi seperti ini, risiko kecelakaan berat bisa ditekan sebelum terjadi.
- Tidak Sepadan dengan Biayanya
Memasang sabuk pengaman di seluruh kursi kereta membutuhkan desain ulang besar-besaran dan biaya yang sangat tinggi. Sementara itu, tingkat kecelakaan kereta relatif rendah.
Jika dibandingkan antara manfaat dan biaya yang harus dikeluarkan, pemasangan sabuk pengaman dinilai tidak sebanding dengan peningkatan keselamatan yang diperoleh.
Terlebih lagi, dalam perjalanan jarak dekat dengan banyak pemberhentian, penumpang akan sering melepas-pasang sabuk, yang justru bisa mengganggu kenyamanan.
- Bisa Menimbulkan Risiko Baru
Kereta memungkinkan penumpang untuk berjalan di lorong, berpindah gerbong, atau berdiri saat perjalanan. Jika kursi dibuat lebih kaku seperti kursi dengan sabuk pengaman di kendaraan lain, hal ini bisa membahayakan penumpang yang sedang berdiri atau tidak mengenakan sabuk.
Dalam kondisi darurat, kursi yang terlalu kaku justru dapat meningkatkan risiko cedera bagi penumpang yang terlempar ke arahnya.
Tidak adanya sabuk pengaman di kereta api bukan berarti aspek keselamatan diabaikan. Sebaliknya, sistem keselamatan kereta dirancang dengan pendekatan berbeda—mulai dari jalur yang terkontrol, desain interior, struktur gerbong, hingga teknologi pencegahan tabrakan.
Karena tingkat risiko yang relatif rendah dan sistem keselamatan yang sudah memadai, sabuk pengaman dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak dalam perjalanan kereta api.
Jadi, lain kali saat naik kereta tanpa sabuk pengaman, kamu tidak perlu khawatir. Sistem keselamatannya sudah diperhitungkan dengan matang.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















