Aturan Ketat di Blue Lake, Danau Terjernih Dunia yang Terancam Alga Invasif

Wisatawan juga tidak diperkenankan menggunakan kamera bawah air, termasuk perangkat seperti GoPro yang dicelupkan langsung ke dalam air untuk mengambil gambar.

Lindungi Ekosistem dan Hormati Nilai Sakral

Larangan tersebut tidak semata-mata didasari kekhawatiran biosekuriti, tetapi juga demi menghormati nilai budaya lokal. Dalam tradisi Maori, Rotomairewhenua dianggap sebagai perairan yang sangat sakral dan memiliki makna spiritual mendalam.

Selama musim panas, seorang petugas dari Departemen Konservasi atau perwakilan Ngati Apa berjaga di lokasi. Mereka tidak hanya mengawasi aktivitas pendaki, tetapi juga memberikan edukasi tentang bahaya biologis dan pentingnya menjaga kesucian danau.

BACA JUGA :  Rupiah Menguat terhadap Dolar AS, Kurs Sempat Tembus Rp17.900-an

Kepatuhan Meningkat, Edukasi Terus Digalakkan

Sejauh ini, tingkat kepatuhan wisatawan menunjukkan tren positif. Insiden turis yang nekat menceburkan diri setelah pendakian panjang dilaporkan semakin berkurang.

Meski demikian, hasil survei mengungkap masih ada sebagian kecil pengunjung yang merasa risiko pencemaran hanya disebabkan oleh orang lain, bukan diri mereka sendiri.

BACA JUGA :  Warga Digenjot Taat Pajak, Truk Dinas Pelat Merah di Kota Bogor Malah Nunggak Sejak 2021

Otoritas setempat menilai bahwa membatasi jumlah pengunjung bukanlah solusi terbaik. Sebaliknya, mereka terus mendorong konsep pariwisata bertanggung jawab—mengajak wisatawan menikmati kejernihan Rotomairewhenua tanpa membahayakan ekosistemnya.

Keindahan Blue Lake memang memikat. Namun, menjaga kelestariannya jauh lebih penting agar danau terjernih di dunia ini tetap murni untuk generasi mendatang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================