GURU TIDAK BISA I’TIKAF 10 HARI TERAKHIR RAMADAN KARENA LIBUR DARI PEMERINTAH KURANG TEPAT

Guru
Heru B Setyawan (Guru Pendidikan Pancasila SMAIT BBS)

Oleh: Heru B Setyawan (Guru Pendidikan Pancasila SMAIT BBS)

PEMERINTAH mengumumkan jadwal pembelajaran anak sekolah selama bulan ramadan 2026. Disepakati ada beberapa hari pembelajaran di luar satuan pendidikan, tanggal masuk sekolah selama puasa, dan libur pasca Hari Raya Idul Fitri.

Berikut adalah skema pembelajaran selama ramadan 2026 melalui rapat koordinasi lintas kementerian. Terdapat pengaturan khusus untuk pembelajaran mandiri pada 18–20 Februari 2026, dilanjutkan dengan kegiatan tatap muka di sekolah pada 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Setelah itu, masa libur Hari Raya Idul Fitri ditetapkan pada 16–20 Maret serta pasca Idul Fitri 23–27 Maret 2026.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Menurut penulis libur dari pemerintah kurang tepat, sehingga guru tidak bisa i’tikaf 10 hari terakhir puasa ramadan, karena sekolah baru libur pada tanggal 16 Maret 2026. Padahal prediksi Hari Raya Idul Fitri sekitar tanggal 20 atau tanggal 21 Maret 2026, harusnya minimal liburnya pada tanggal 10 atau 11 Maret 2026.

I’tikaf adalah ibadah berdiam diri di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, disertai amalan seperti shalat sunnah, dzikir, dan tadarus. Umumnya dilaksanakan pada 10 malam terakhir ramadan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar.

BACA JUGA :  Wardatina Mawa Ingin Perceraian Segera Tuntas, Tegaskan Keputusan Sudah Bulat

Penulis sebagai seorang guru iri dengan beberapa saudara dan teman yang tiap tahun bisa i’tikaf di 10 hari terakhir ramadan dengan mengambil cuti. Bahkan temanku ada yang jadi bos, sehingga tidak perlu cuti alias bebas gas ken untuk i’tikaf.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================