
Kerennya bro i’tikafnya tidak tanggung-tanggung yaitu di Madinah dan Mekah untuk umrah, itulah enaknya jika orang kaya yang soleh. Kekayaannya untuk taat, beribadah kepada Allah SWT serta menjadi seorang yang dermawan.
Pembaca pasti bertanya, ya penulis mengambil cuti saja, guru itu cutinya hanya naik haji, melahirkan, menikah, pasangannya atau anaknya dan saudara kandungnya wafat, menikahkan anaknya. karena guru sudah banyak liburnya bersamaan dengan libur muridnya.
Jadi tahun depan harusnya pemerintah mulai sadar agar libur sekolah itu yang penting diutamakan adalah 10 terakhir ramadan. Misal libur 17 hari selama puasa dan pasca Hari Raya Idul Fitri, dengan rincian 10 hari sebelum lebaran (Agar guru bisa i’tikaf dengan khusyuk, karena sudah libur) dan 7 hari setelah lebaran.
Jika kita simak libur tahun ini adalah: ada libur diawal puasa 3 hari ditambah cuti bersama jadi 8 hari libur, dan libur sebelum serta sesudah Hari Raya Idul Fitri sebanyak 16 hari. Jadi total libur ada 24 hari dengan hari sabtu dan minggu dihitung.
Alasan pemerintah adanya libur di awal puasa agar murid tidak kaget saat puasa di hari pertama. Padahal sebaiknya agar puasa tidak kaget di hari pertama, maka tiru cara Rosul SAW dan orang-orang soleh sudah mempersiapkan puasa 2 bulan sebelumnya, yaitu pada bulan rajab dan sya’ban.
Maka tinggal pemerintah menggeser hari liburnya saja, sehingga kualitas puasa guru Indonesia semakin baik, jika gurunya puasa baik nanti juga akan berdampak ke muridnya. Jayalah Indonesiaku.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















