
Senada dengan hal tersebut, Staf Humas SMK Pesat IT XPro, Shandra Eka Putri, menambahkan bahwa fokus utama praktik ini adalah teknik lighting (pencahayaan) untuk menghidupkan tekstur dan detail produk. “Siswa belajar membangun citra brand melalui kamera. Mereka memanfaatkan latar belakang dan properti kreatif untuk menciptakan kesan dramatis namun tetap profesional,” terangnya.
Implementasi ‘Deep Learning’ di Sekolah
Aksi kreatif para siswa ini mendapat apresiasi dari pemerhati dan aktivis pendidikan, Pahe. Menurutnya, pola pendidikan yang diterapkan SMK Pesat IT XPro telah memenuhi kriteria Deep Learning atau pembelajaran mendalam.
“SMK Pesat IT XPro sudah menjalankan pendekatan yang berfokus pada pemahaman konsep, berpikir kritis, dan kolaborasi. Ini adalah penerapan ilmu dalam situasi nyata, bukan sekadar hafalan teori di kelas,” ungkap Pahe saat diwawancarai Bogor Today.
Melalui praktik lapangan ini, siswa diharapkan tidak hanya mahir secara teknis fotografi, tetapi juga memahami pentingnya visual branding dalam mendukung ekosistem UMKM nasional. Pengalaman ini menjadi langkah awal bagi para kreator muda untuk bertransformasi menjadi desainer profesional yang siap kerja dan siap karya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















