Feng Shui di Tahun Kuda Api: Hindari Benda Pembawa Energi Buruk di Rumah

Feng Shui
Feng Shui di Tahun Kuda Api: Hindari Benda Pembawa Energi Buruk di Rumah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Rumah kerap dianggap sekadar tempat berlindung. Namun dalam feng shui, hunian dipercaya sebagai ruang hidup yang terus-menerus berinteraksi dengan energi penghuninya.

Penataan rumah, termasuk barang yang disimpan dan dipajang, dinilai berpengaruh pada ketenangan, kesehatan, hingga keberuntungan.

Memasuki Tahun Kuda Api yang dimulai saat perayaan Tahun Baru Imlek 2026, pembahasan soal energi negatif di rumah kembali ramai. Tahun ini diyakini membawa dinamika kuat, sehingga rumah perlu ditata lebih sadar agar energi yang mengalir tetap harmonis.

Benda yang Diyakini Membawa Energi Buruk

Menurut pakar feng shui Angelina Fang dari Feng Shui Consulting Indonesia, ada sejumlah benda yang sebaiknya tidak ada di rumah karena dipercaya dapat menghambat energi positif atau bahkan menarik kesialan.

  1. Benda Muram dan Tak Sedap Dipandang

Angelina menekankan bahwa prinsip dasar feng shui adalah keindahan dan kenyamanan visual. Barang-barang yang terlihat muram, sedih, ambigu, atau mengancam sebaiknya dihindari.

“Wajah-wajah sedih, suram, atau ekspresi yang tidak enak dilihat itu sebenarnya memberikan sinyal ketidakharmonisan,” ujarnya.

Lukisan atau dekorasi bernuansa murung, figur menangis, atau ekspresi emosional negatif dipercaya dapat memengaruhi kondisi mental penghuni rumah dalam jangka panjang, terutama jika terlihat setiap hari.

  1. Patung dan Ornamen Binatang

Dalam feng shui, patung binatang juga perlu disikapi dengan hati-hati, terutama jika bertabrakan dengan shio tahun berjalan. Di Tahun Kuda Api, misalnya, memajang simbol yang dianggap “bertabrakan” dengan shio kuda dipercaya bisa memicu ketidakharmonisan energi.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

“Misalnya tahun Kuda, lalu ada patung tikus yang dipajang, itu bisa terkena ciong,” kata Angelina.

Bukan sekadar soal estetika atau keunikan, simbol-simbol tersebut diyakini dapat memengaruhi sektor tertentu dalam rumah, yang berkaitan dengan kesehatan maupun relasi penghuni.

  1. Gambar yang Menyiratkan Konflik

Angelina juga menyoroti lukisan atau foto yang secara simbolik memunculkan konflik relasi, seperti gambar satu pria dengan dua perempuan, atau karya seni bernuansa galau dan tertekan.

“Ada klien yang tanpa sadar memajang artwork perempuan yang terlihat sedih, menangis. Ternyata penghuni rumah memang sedang mengalami kegalauan atau depresi,” ujarnya.

Dalam feng shui, apa yang dipajang dianggap sebagai cerminan aspirasi bawah sadar. Karena itu, gambar yang menyiratkan ketidaksetiaan, kesedihan, atau konflik sebaiknya tidak dibiarkan menghiasi rumah.

Cara Menjaga Energi Rumah Tetap Positif

Alih-alih memenuhi rumah dengan banyak dekorasi, feng shui justru menganjurkan kesederhanaan. Rumah yang terlalu penuh barang membuat energi sulit mengalir dan menimbulkan rasa sumpek, baik secara fisik maupun mental.

“Minimalis saja. Tidak perlu satu dinding penuh foto. Cukup satu dua foto keluarga yang harmonis, yang semua wajahnya terlihat bahagia,” kata Angelina.

Foto keluarga yang ceria dipercaya dapat memperkuat energi kebersamaan dan keharmonisan rumah tangga.

Selain pemilihan benda, kesalahan feng shui yang sering terjadi adalah jarangnya membuka pintu dan jendela. Padahal, pintu utama disebut sebagai jalur masuk utama energi atau qi ke dalam rumah.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Qi merupakan energi alam yang esensial bagi kehidupan manusia, termasuk udara, sinar matahari, suhu, dan kelembapan. Tanpa sirkulasi udara yang baik, energi di dalam rumah cenderung stagnan.

“Feng shui yang baik itu sederhana, buka pintu dan jendela minimal tiga jam setiap pagi,” ujarnya.

Pagi hari dipilih karena udara relatif lebih bersih dan sinar matahari membawa energi positif. Mengandalkan AC saja dinilai tidak cukup, karena AC hanya memutar udara lama tanpa menghadirkan oksigen segar dari luar.

Kurangnya paparan cahaya matahari dan udara segar juga disebut dapat berkaitan dengan meningkatnya masalah mental, terutama pada anak muda yang banyak menghabiskan waktu di kamar ber-AC.

Rumah dengan sirkulasi udara baik, pencahayaan cukup, dan terasa “hidup” diyakini membantu penghuni lebih sehat, berpikir jernih, dan produktif.

Memasuki Tahun Kuda Api yang penuh energi dinamis, feng shui mengajak setiap penghuni rumah untuk lebih selektif dalam memilih apa yang disimpan dan dipajang. Rumah bukan hanya soal estetika, tetapi juga ruang yang memantulkan kondisi batin penghuninya.

Dengan menyingkirkan benda-benda muram, menjaga rumah tetap sederhana, serta rutin membuka pintu dan jendela, rumah diharapkan menjadi tempat pulang yang membawa ketenangan dan energi positif.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================