BOGORTODAY.COM – Bulan suci Ramadan segera tiba. Umat Muslim di Amerika Utara akan memulai 1 Ramadan 1447 H/2026 M besok, sementara umat Muslim di sejumlah wilayah lain di dunia diprediksi baru akan mulai berpuasa lusa.
Dilansir Al Jazeera, Selasa (17/2/2026), awal Ramadan ditentukan berdasarkan penampakan bulan sabit (hilal). Agar dapat terlihat, bulan sabit harus terbenam setelah matahari sehingga langit cukup gelap untuk memungkinkan pengamatan.
Setelah matahari terbenam pada malam 17 Februari—yang bertepatan dengan hari ke-29 bulan Syakban dalam kalender Hijriah—para pengamat akan menghadap ke arah barat dengan cakrawala yang bersih untuk mencoba melihat hilal pertama.
Jika hilal terlihat, maka Ramadan dimulai dan hari pertama puasa jatuh pada 18 Februari. Namun jika tidak terlihat, bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari sehingga puasa dimulai pada 19 Februari.
Di Arab Saudi, kesaksian warga yang melihat hilal akan dicatat dan keputusan resmi ditetapkan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi.
Faktor Penentu Terlihatnya Hilal
Ada beberapa faktor penting dalam pemantauan hilal saat matahari terbenam:
- Elongasi (jarak sudut bulan dari matahari)
Bulan harus cukup jauh dari matahari agar cahayanya tidak tertutup silau matahari. Untuk bisa diamati dengan mata telanjang secara andal, elongasi minimal berkisar 10–12 derajat. Jika kurang dari 7 derajat, hilal biasanya terlalu tipis untuk terlihat. - Ketinggian bulan
Semakin tinggi posisi bulan saat matahari terbenam, semakin besar peluang terlihat karena tidak terlalu terhalang atmosfer tebal dan cahaya di dekat cakrawala. Ketinggian sekitar 10 derajat umumnya cukup untuk pengamatan langsung, sedangkan 3–5 derajat mungkin masih memungkinkan dengan bantuan alat optik. - Waktu tunda (lag time)
Ini adalah selang waktu antara matahari terbenam dan bulan terbenam. Untuk pengamatan yang optimal dengan mata telanjang, biasanya dibutuhkan setidaknya 45 menit agar langit cukup gelap. Semakin lama waktu tundanya, semakin besar peluang hilal terlihat.
Peluang Terlihatnya Hilal Tahun Ini
Menurut Crescent Moon Watch—pelacak bulan yang dikelola oleh Kantor Almanak Nautika Inggris—bulan baru Ramadan terjadi pada 17 Februari pukul 15.01 waktu Makkah (sekitar 19.01 WIB).
Pada malam itu di Makkah, matahari terbenam pukul 18.19 dan bulan hanya bertahan sekitar 3 menit di atas cakrawala. Dengan usia bulan baru sekitar 3 jam 18 menit, peluang terlihatnya hilal di mana pun di dunia sangat kecil. Artinya, kemungkinan besar 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari.
Sebaliknya, pada malam 18 Februari, usia bulan mendekati 26 jam. Posisi bulan akan lebih tinggi dan bertahan lebih lama setelah matahari terbenam sehingga lebih mudah diamati.
Prediksi Awal Ramadan di Berbagai Wilayah
Amerika Utara
Fiqh Council of North America (FCNA) dan Islamic Society of North America (ISNA) yang menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) telah menetapkan 18 Februari 2026 sebagai awal Ramadan. Kriteria mereka mensyaratkan elongasi minimal 8 derajat dan ketinggian bulan minimal 5 derajat di atas cakrawala.
Eropa
European Council for Fatwa and Research (ECFR) menyatakan Kamis, 19 Februari, sebagai hari pertama Ramadan. Turki juga menetapkan tanggal yang sama.
Timur Tengah
Sebagian besar negara di kawasan ini, termasuk Arab Saudi, menunggu hasil rukyat pada 17 Februari malam sebelum membuat pengumuman resmi. Namun, secara astronomi, kemungkinan besar Ramadan dimulai pada 19 Februari.
Asia
Di kawasan Asia, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari. Singapura telah mengonfirmasi tanggal tersebut. Negara-negara Asia Selatan seperti India dan Pakistan juga memperkirakan 19 Februari sebagai awal puasa.
Di Indonesia, penetapan 1 Ramadan akan diumumkan melalui sidang isbat oleh pemerintah.
Afrika
Mayoritas negara di Afrika diperkirakan memulai Ramadan pada 19 Februari, mengikuti pola visibilitas global.
Oseania
Australian National Imams Council telah mengumumkan Ramadan dimulai pada 19 Februari.
Dengan perbedaan metode penetapan—antara rukyat (pengamatan langsung) dan hisab (perhitungan astronomi)—perbedaan awal Ramadan di sejumlah wilayah merupakan hal yang lumrah. Umat Muslim di berbagai belahan dunia pun bersiap menyambut bulan suci dengan penuh harap dan suka cita.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















