Didiagnosis Demensia di Usia 20 Tahun, Pasien Ini Awalnya Tak Percaya

Demensia
Didiagnosis Demensia di Usia 20 Tahun, Pasien Ini Awalnya Tak Percaya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Seorang pasien berusia 20 tahun didiagnosis mengalami demensia dini, kondisi yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan lansia.

Kisahnya menjadi sorotan karena usia yang sangat muda untuk penyakit yang identik dengan penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut.

Pasien yang tidak disebutkan identitasnya itu rutin menjalani tes memori dan berkonsultasi dengan ahli neurologi sebelum akhirnya menerima diagnosis tersebut.

“Saya baru berusia 20 tahun dan baru-baru ini didiagnosis demensia dini. Rasanya masih tidak nyata saat mengetik ini,” tuturnya, dikutip dari Unilad.

Awal Mula Gejala yang Tak Disadari

Awalnya, ia merasa hidupnya berjalan normal seperti biasa. Namun, ada momen-momen ketika ia merasa bingung dan frustrasi tanpa sebab yang jelas.

Gejala yang muncul pun terkesan sepele sehingga sering diabaikan. Ia mengaku kerap lalai dalam melakukan hal-hal kecil, dan kejadian tersebut terjadi berulang kali.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

“Lupa percakapan yang baru saja saya lakukan. Membaca ulang pesan dan tidak ingat telah mengirimnya,” ujarnya.

Ia juga sering masuk ke sebuah ruangan tanpa tahu apa yang hendak dilakukan.

“Kejadian lainnya, masuk ke ruangan tanpa tahu alasannya, lebih sering daripada yang terasa normal,” tambahnya.

Awalnya, ia mengira kondisi tersebut disebabkan oleh stres atau kurang tidur. Namun, ketika gangguan itu semakin sering terjadi dan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari serta orang-orang di sekitarnya, ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

“Saat itulah semuanya benar-benar terasa. Saat itulah saya tahu ada sesuatu yang tidak beres,” tegasnya.

Penyebab Demensia Dini Masih Jadi Misteri

Demensia dini atau early-onset dementia memang tergolong jarang terjadi, terutama pada usia sangat muda seperti 20 tahun. Hingga kini, penyebab pasti kondisi ini masih belum sepenuhnya dipahami.

BACA JUGA :  Rahasia Bartender agar Minuman Tetap Dingin tanpa Cepat Encer

Secara umum, demensia adalah istilah untuk menggambarkan penurunan fungsi kognitif yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, berbahasa, hingga pengambilan keputusan. Meski lebih sering terjadi pada lansia, kondisi ini bisa dialami siapa saja, termasuk usia produktif.

Beberapa gejala demensia yang umum muncul antara lain:

  • Mudah lupa
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan mengungkapkan pikiran
  • Sering merasa bingung
  • Perubahan perilaku atau suasana hati

Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan medis jika seseorang mengalami gangguan memori yang tidak wajar dan terjadi secara berulang. Deteksi dini dapat membantu penanganan lebih cepat serta memperlambat progresivitas penyakit.

Kisah pasien ini menjadi pengingat bahwa gangguan kognitif tidak selalu berkaitan dengan usia lanjut. Mengenali gejala sejak dini dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis adalah langkah penting untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================